Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah Kompak Melemah Hari Ini.
Dream – Indeks syariah belum keluar dari tekanan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) sepanjang perdagangan mendekam di zona negatif setelah investor asing melakukan aksi jual besar-besar.
Sehari setelah bom mengguncang Surabaya, Jawa Timur, pemodal asing mendadak keluar dari pasar modal Indonesia. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, asing mencatat nett sell hingga Rp1,16 triliun.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018, indeks ISSI terpangksa 3,030 poin (1,71%) ke level 173,912. Banyaknya aksi jual saham membuat ISSI membuka perdagangan dengan melemah di level 176,579.
Aksi jual besar-besar jelang sesi penutupan membuat ISSI menutup perdagangan dengan menyentuh titik terendah di 173,912.
Rontoknya harga saham dari 21 emiten unggulan syariah juga memaksa indeks bluechip syariah, JII turun tajam. Hanya menyisakan 7 emiten yang bergerak menguat, indeks JII rontok sampai 17,137 poin (2,52%) ke level 661,971.
Transaksi perdagangan saham syariah mulai mengender sehari paska pengeboman di Mapolresta Surabaya. Tercatat 43,53 milia saham syariah diperdagangkan hingga sesi paska-penutupan dengan nilai Rp4,06 tirliun. Secara volume dan nilai, perdagangan syariah kali ini tercatat menurun.
Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak memerah. Koreksi terutama terjadi di saham-saham favorit pemodal asing khusus sektor keuangan yang anjlok sampai 2,96 persen. Koreksi dalam juga dialami indeks sektor infrastruktur sebesar 2,51 persen.
Sebaliknya, investor kembali mengamankan portofolio mereka dengan mengincar saham-saham komoditas. Indeks sektor pertambangan tercatat terangkat 0,72 persen dan pertanian 0,14 persen.
Banyak investor melepas saham UNVR dan UNTR. Aksi ini membuat harga saham kedua emiten tergerus masing-masing Rp1.875 dan Rp1.100. Koreksi harga ini juga diikuti oleh saham LPPF sebesar Rp175, TLKM Rp170, dan EXCL Rp150.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah INCO yang harga sahamnya naik Rp90, WIKA Rp50, ADRO Rp40, PTPP Rp25, dan ANTM Rp5.
Dari pasar uang, kondisi rupiah belum stabil. Rupiah melemah di level Rp13.996 per dolar AS atau turun 23 poin (0,16%). Rupiah terperosok ke zona terbawah di level Rp14.021 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya