Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menguatnya Indeks Syariah Menutup Perdagangan Hari Ini.
Dream - Indeks syariah berhasil mempertahankan laju penguatan di penutupan perdaganga harian, Jumat 24 Februari 2017. Didukung penguatan emiten sektor industri, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat.
Aksi jual pemodal asing masih berlangsung cukup besar. Investor asing mencatat nett sell asing pada saham-saham syariah hingga Rp 300 miliar.
Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ISSI menanjak 0,423 poin (0,24%) ke level 174,531 poin. Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), merangkak naik 1,856 poin (0,27%) ke level 699,869.
Indeks syariah mengawali perdagangan dengan melemah ke level 173,768. Munculnya aksi beli pemodal lokal akhirnya membawa laju ISSI ke zona positif. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 174,709 namun sedikit melemah jelang penutupan.
Transaksi perdagangan saham jelang libur akhir pekan ini mengalami penurunan. Dengan 79,80 miliar saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 3,52 triliun.
Secara keseluruhan, emiten industri menjadi motor perdagangan hari ini. Indeks industri aneka naik tertinggi hingga 1,04 persen dan industri dasar 0,93 persen.
Akan tetapi, tercatat ada empat indeks sektoral yang kinerjanya turun, yaitu pertambangan yang turun 0,77 persen, properti 0,47 persen, infrastruktur 0,26 persen, dan keuangan 0,07 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah yang menjadi top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp850, SMGR Rp350, AALI Rp275, SILO Rp250, dan AKRA Rp175.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah yang menjadi top loser adalah LPPF yang harga sahamnya turun Rp575, PTBA Rp150, INCO Rp130, ADHI Rp30, dan WIKA Rp30.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 20 poin (0,15%) ke level Rp13.332 per dolar AS. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya