Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dua Indeks Syariah Ditutup Menguat.
Dream – Aksi beli jelang penutupan mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) kembali melanjutkan laju penguatan. Kinerja positif saham-saham sektor industri mendongkrak kinerja indeks saham.
Berkurangnya aksi jual pemodal asing turut mendorong pelaku pasar untuk semakin agresif melantai di pasar modal Indonesia.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 5 Januari 2017, indeks ISSI melaju ke level 172,829 atau menguat 1,005 poin (0,58%). Sementara indeks saham bluechip syariah, JII, menanjak 4,579 poin (0,59%) ke level 700,441 poin.
Laju dua indeks syariah melaju sejak awal perdagangan. ISSI bahkan sempat menembus level tertinggi di 173,011 poin. Kinerja positif sepanjang perdagangan juga berhasil dibukukan indeks JII yang disokong 14 emiten unggulan syariah.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, aksi jual asing hari ini semakin berkurang. Nett sell asing pada saham syariah turun tajam menjadi Rp31,34 miliar. Sementara aksi jual bersih saham bluechips syariah mencapai Rp 65,28 miliar.
Minimnya aksi jual investor mendorong 95 saham syariah terkerek harganya. Namun penguatan ini harus dibayangi pelemahan harga saham sebanyak 92 emiten.
Sebagian besar indeks sektoral menghijau dan membuat perdagangan melaju positif. Penguatan tertinggi dicetak indeks industri dasar yang naik 1,83 persen, diikuti industri aneka 1,63 persen, dan barang konsumsi 1,41 persen.
Tercatat hanya dua indeks sektoral yang terkoreksi, yaitu sektor properti yang turun 0,78 persen dan keuangan 0,59 persen.
Emiten-emiten bluechips syariah pencetak top gainer yang menjadi buruan investor kali ini dihuni UNTR yang menguat Rp575, LPPF Rp 375, UNVR Rp350, SILO Rp225, dan INDF Rp200.
Sebaliknya, emite-emiten syariah top loser adalah PTBA yang harga sahamnya turun Rp325, AKRA Rp75, WSKT Rp50, ADHI Rp40, MIKA Rp40.
Di pasar uang, nilai tukar rupiah ditutup menguat di level Rp13.357 per dolar AS. Kursnya naik 93 poin atau 0,69 persen.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya