Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks ISSI Dan JII Rontok Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini.
Dream - Indeks syariah turun tajam bersamaan dengan penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Selasa 9 Mei 2017. Semua indeks sektoral nyaris terkoreksi dipimpin emiten-emiten komoditas.
Laju bursa saham Indonesia semakin lemah setelah asing kembali menurunkan porsi beli saham mereka. Meski masih mencatat nett buy, nilai beli bersih asing berkurang hampir separuhnya.
Papan perdagangan BEI mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 0,787 poin (0,43%) ke level 182,630. Begitu pula dengan indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), turun 3,497 poin (0,48%) ke level 728,329.
Transaksi perdagangan saham syariah memang semarak di hari penetapan vonis Basuki T Purnama ini. Dengan 121 juta yang berpindahtangan, total nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp4,54 triliun.
Pemodal asing memang masih mencatatkan net buy pada saham-saham syariah. Asing melakukan beli bersih pada saham syariah sebesar Rp 269 miliar, turun separuhnya dari hari sebelumnya senilai Rp 534 miliar.
Selama perdagangan, hampir semua indeks sektoral " kebakaran" . Sektor pertambangan anjlok paling dialam hingga 2,42 persen disusul pertanian 1,09 persen.
Tiga indeks sektoral berhasil menguat yaitu indeks barang konsumsi naik 0,92 persen, perdagangan 0,33 persen, dan manufaktur 0,25 persen. Namun ketiganya tak mampu menahan laju pelemahan perdagangan.
Aksi beli investor hanya bisa mengangkat 69 emiten syariah melaju di zona positif, atau kurang dari setengah saham ISSI yang bergerak turun sebanyak 141 emiten.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer yang menjadi favorit investor adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp200, KLBF Rp35, ICBP Rp25, INDF Rp25, dan SILO Rp25.
Sebaliknya, emiten-emiten keping biru syariah top loser yang menjadi favorit investor adalah LPPF yang harganya turun Rp675, UNTR Rp400, PTBA Rp275, AKRA Rp125, dan ASII Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 39 poin (0,29%) ke level Rp13.334 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya