Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suasana Di Penukaran Uang Di Kenya. (Foto: Quartz)
Dream - Kabar baik tentang keuangan syariah berasal dari Kenya. Salah satu negara di Afrika Timur ini ingin memposisikan dirinya sebagai hub keuangan syariah di Afrika.
Dilansir dari Quartz, Selasa 9 Mei 2017, Kementerian Keuangan Kenya berencana untuk menjadikan keuangan syariah sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu pendanaan pembangunan.
Menteri Keuangan Kenya, Henry Rotich, mengatakan pemerintah Kenya mengajukan amademen untuk regulasi keuangan dan menerbitkan aturan baru untuk memfasilitasi skema tunjangan pensiun syariah. Rotich optimistis skema pensiun syariah bisa mendorong penerbitan sukuk.
Sekadar informasi, 11 persen dari 44 juta penduduk Kenya adalah orang Islam. Namun, pada masa lampau, pemerintah Kenya sulit meyakinkan parlemen tentang potensi keuangan syariah, terutama saat pemerintah memerangi kelompok ekstremis, Al-Shabaab.
Sejak menyerang Somalia pada 2011, Shabaah menyerang orang Nasrani di bus, menyerang gereja, menyerbu di pusat perbelanjaan, dan membunuh 147 orang di universitas.
Kini, Kenya mengizinkan perbankan dan keuangan syariah untuk berkembang. Berbicara saat pertemuan tahunan East Africa Islamic Economy Summit, pada 11 April 2017, Chief Executive Officer di Capital Market Authority, Paul Muthaura, mengatakan Kenya ingin menjadi hub bagi keuangan syariah.
Negara yang beribukota negara Nairobi, telah menjadi pemimpin regional di perbankan syariah. Mereka memiliki 2 bank syariah, 1 perusahaan asuransi syariah, 1 perusahaan reksa dana, dan 2 koperasi syariah.
Pada Desember 2016, Kenya bergabung ke Islamic Financial Services Board, sebuah lembaga keuangan syariah—berbasis di Malaysia—yang mengatur dan mempromosikan keuangan syariah di seluruh dunia.(sah)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih