Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Di tengah tekanan yang dihadapi berbagai pelaku bisnis, sektor ekonomi syariah, khususnya keuangan, menunjukan kehandalannya dengan mengalami pertumbuhan lebih baik dari industri konvensional.
Kondisi ini mendorong semua pihak untuk kembali mengoptimalkan potensi ekonomi syariah di Indonesia.
Guntur Subagja, Asisten Stafsus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan mengatakan, masyarakat harus aktif dalam menekan pentingnya sistem ekonomi yang berkeadilan dan keumatan.
" Mengapa kita harus pro aktif dalam membangun ekonomi umat? Lima besar eksportif produk halal terbesar di dunia tidak ada yang negara Muslim. Sebaliknya, lima besar importirnya adalah negara-negara Muslim, termasuk Indonesia," ujarnya dalam TalkShow Reorientasi Umat Dari Politik Ke Ekonomi Syariah, Rabu 2 Desember 2020.
Arief Rosyid Hasan, Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia sekaligus penggagas Rabu Hijrah juga menyampaikan bahwa semua masyarakat bertanggung jawab untuk membangun ekonomi umat.
" Reorientasi umat dari politik ke ekonomi syariah bukan berarti kita tidak perlu mengurus politik, tapi di tengah situasi politik dalam negeri saat ini, mari kita bersama-sama fokus memaksimalkan potensi Ekonomi Syariah di bangsa," tuturnya.
Dukungan juga akan diberikan DPR dengan mendorong Rancangan Undang-undang Ekonomi Syariah untuk memajukan industri berprinsip Islami ini di Tanah Air. Puteri Komarudin, Anggota Komisi XI DPR menilai Indonesia saat ini hanya menjadi konsumen industri halal tetapi belum melakukan perkembangan di bidang tersebut.
" Indonesia hanya menjadi pasar industri halal yang besar namun belum menjadi produsen," tutur Puteri.
Melihat kondisi tersebut, Puteri menilai Indonesia membukukan payung hukum ekonomi syariah yang lebih besar sebagai salah satu upaya dalam menggerakan industri halal Tanah
" Penting untuk kita mendukung RUU Ekonomi Syariah. Pembahasannya belum dimulai, tapi kita perlu dukungan dan aspirasi dari rekan-rekan yang hadir di ruangan ini," tegas Puteri.
Ketua Umum Baitul Muslimin. KH. Hamka Haq tak lupa berpesan tentang pentingnya edukasi ekonomi syariah di pesantren-pesantren. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan SDM yang lebih terampil tak hanya dari segi bahasa, agama, dakwah, tetapi juga di bidang ekonomi.
" Tanpa keahlian di bidang ekonomi dan teknologi yang diperlukan dalam mengelola ekonomi, maka SDM kita akan terus digarap oleh orang asing," tukas KH Hamka.
(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya