Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Adanya rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) pada 17 Desember 2015 nanti membuat dollar menguat.
Tidak hanya dengan rupiah, tetapi juga mata uang negara lain seperti Eropa, Jepang, dan Malaysia.
Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah dibuka pada Rp 14.156, terus merosot dibanding kemarin di Rp 14.020. Berdasarkan data perdagangan Reuters, Senin, 14 Desember 2015, sore ini rupiah ditutup di Rp 14.101, meski sempat menguat di Rp 14.047.
Banyak pihak meminta Bank Indonesia (BI) untuk menjaga rupiah menjelang pengumuman suku bunga AS dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, pelemahan rupiah ini sangat memengaruhi industri dalam negeri yang bahan bakunya kebanyakan masih impor.
Sebelumnya, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menilai tekanan pada pasar keuangan dan bursa saham Indonesia awal pekan ini dipicu sentimen jati tidaknya kenaikan suku bunga The Fed.
" Pada tanggal 15-16 Desember 2015 nanti, Bank Sentral Amerika (The Fed) akan menentukan jadi tidaknya suku bunga Fed Rate naik dalam pertemuan FOMC," katanya.
Pertemuan ini menjadi penting karena sudah ditunggu tunggu pelaku pasar. Terlebih sentimen ini sempat membuat gonjang-ganjing pasar finansial setidaknya dalam dua-tiga tahun terakhir.
Bagi Indonesia, hasil FOMC tersebut menjadi krusial mengingat Bank Indonesia menanti keputusan dari FOMC tersebut sebagai panduan dari kebijakan suku bunga BI Rate yang akan ditetapkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya