Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) sukses mencetak rebound setelah muncul aksi beli pada saham Unilever Indonesia (UNVR) dan Matahari Departement Store (LPPF). Namun langkah ini gagal diikuti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
Tertekan saham sektor pertambangan dan industri dasar yang melemah tajam, ISSI gagal masuk ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin, 14 Desember 2015, indeks JII menguat tipis 0,543 poin (0,10%) ke level 565,633. Sebaliknya, indeks ISSI turun 0,291 poin (0,21%) ke level 136,207.
ISSI tak mampu melawan tekanan jual yang melanda 109 emiten syariah. Dengan transaksi jual beli saham syariah senilai Rp 2,53 triliun, sebanyak 53 emiten ISSI ditutup menguat dan 41 lainnya bertahan stagnan.
Sepanjang perdagangan saham, ISSI sampai sekali tak mampu keluar dari tekanan. ISSI sempat jatuh ke level terendah 134,449 dan cuma sanggup menyentuh posisi tertinggi di 136,243.
Kondisi berbeda justru terjadi di jajaran indeks JII. Meski hanya ditopang 8 emiten bluechips syariah, indeks JII sukses menembus zona hijau.
Indeks JII bahkan sempat menyentuh level tertinggi 566,310 setelah sempat keluar masuk zona hijau.
Selain UNVR dan LPPF, saham bluechips syariah yang masuk jajaran top gainer adalah ASII yang naik Rp 225, ICBP Rp 175, dan AKRA Rp 100 per saham.
Tekanan jual jelas terlihat di jajaran saham bluechips syariah sektor pertambangan. Ini terbukti dari deretan top losser JII yang dihuni UNTR dengan koreksi Rp 375, SILO Rp 300, SMGR Rp 200, PGAS Rp 175, dan ITMG Rp 125 per saham.
Nasib ISSI tak berbeda jauh dengan IHSG yang sama-sama mendekam di zona merah. IHSG sore ini ditutup melemah 19,331 poin (0,44%) ke level 4.374,191.
Dengan dana mengalir ke lantai bursa sebesar Rp 3,88 triliun, IHSG tertekan aksi jual asing yang meningkat menjadi Rp 466 miliar.
Dari pasar keuangan, rupiah benar-benar tersudut jelang pertemuan the Fed. Sore ini rupiah bertengger di level 14.012 per dollar AS atau turun 20 poin (0,14%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya