Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Indeks ISSI Dan JII Menguat Pada Perdagangan Hari Ini.
Dream - Indeks saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup menguat meski sempat tertekan di awal perdagangan. Aksi ambil untung yang dilakukan pemodal lokal sempat menyeret Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) bergerak lemas.
Pemodal sepertinya berusaha memanfaatkan aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar modal Indonesia. Terbukti indeks ISSI dan JII mencetak nett buy pemodal asing.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Jumat 24 Maret 2017, indeks ISSI menguat 0,433 poin (0,24%) ke level 179,162. Melonjaknya aksi beli jelang penutupan juga mendorong indeks bluechip syariah, JII menanjak 0,781 poin (0,11%) ke level 716,144.
ISSI memulai sesi perdagangan dengan melaju lemah di level 178,728. Adanya tekanan profit taking pemodal lokal sempat menyeret ISSI ke level terendah di 178.370
Beruntung investor lokal kembali melantai di bursa saham dengan melakukan aksi beli saham. Memasuki menit-menit terakhir penutupan perdagangan, ISSI dan JII berbalik bergerak menguat.
Transaksi perdagangan saham syariah sedikit mengalami kenaikan dengan 70,47 juta saham yang berpindahtangan. Nilai transaksi itu mencapai Rp 4,81 triliun.
Nett buy asing pada saham ISSI mencapai Rp 417 miliar dengan Rp 47 miliar diantaranya terjadi pada bluechips syariah.
Secara keseluruhan, kinerja indeks sektoral juga bergerak naik. Indeks sektor industri dan pertambangan menjadi motor perdagangan. Sementara indeks pertanian bergerak turun 0,78 persen dan infrastruktur 0,65 persen.
Emiten-emiten bluechip pencetak top gainer hari ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp650, PTBA Rp200, UNTR Rp175, SILO Rp150, ASII Rp75, dan ADRO Rp30.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip top loser hari ini adalah LPPF yang harga sahamnya turun Rp350, ICBP Rp175, INTP Rp150, AALI Rp125, dan SMBG Rp125.
Dari pasar uang, rupiah menguat terhadap dolar AS pada penutupan hari ini. Nilai tukar rupiah menguat 15 poin (0,11%) ke level Rp13.310 per dolar AS.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya