Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
(Foto: Angga Yuniar/Liputan6.com)
Dream - Laba bersih PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) pada kuartal II-2020 meroket hingga 229,6 persen. Hingga Juni 2020, bank syariah BUMN pertama yang melantai di pasar saham Indonesia ini mencatat keuntungan sebesar Rp117,2 miliar.
Laba bersih BRISyariah ditopang dengan lonjakan aset sebesar 34,75 persen menjadi Rp49,6 triliun.
Kinerja positif yang diraih BRISyariah ini dilaporkan di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional maupun syariah.
“ Peningkatan laba bersih BRI Syariah di kuartal II 2020 didukung oleh optimalisasi fungsi intermediari yang diikuti dengan pengendalian beban biaya dana,” ujar Direktur Utama BRISyariah Ngatari di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2020.
Hingga kuartal II-2020, BRISyariah telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp37,4 triliun, atau tumbuh 55,92 persen year-on-year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang dari segmen Ritel (SME, Mikro dan Konsumer) yang memberikan imbal hasil lebih optimal.
Pembiayaan BRI Syariah di segmen mikro tercatat telah mencapai Rp 5,4 triliun sekaligus menjadi bisnis pembiayaan dengan tingkat pertumbuhan tertinggi dan memberikan kontribusi terbesar.
BRISyariah juga menyalurkan pembiayaan di segmen konsumer sebesar Rp 2,5 triliun dan segmen kecil menengah dan kemitraan sebesar Rp 2,2 triliun.
Diungkapkan Ngatari, pendorong pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah khususnya mikro adalah digitalisasi proses pembiayaan lewat aplikasi i-Kurma. Sebagai salah satu upaya transformasi digital dalam proses pembiayaan, aplikasi ini diakui efektif meningkatkan efisiensi dan efektivitas tenaga pemasar pembiayaandi tengah adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Corona.
Selain dari faktor internal, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ini juga mengakui implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh turut menyumbang pertumbuhan kinerja perusahaan. BRI Syariah telah membuka 26 unit kerja baru di Aceh dengan sistem co-location dengan BRI sepanjang kuartal II-2020, .
Pembukaan jaringan BRI Syariah di seluruh unit kerja BRI di Aceh mengakselerasi proses konversi Bisnis BRI di Aceh yang ditargetkan selesai di semester-II 2020. Total kredit BRI yang telah dikonversi BRI Syariah hingga Juni 2020 mencapai 82,98 persen dari total kredit yang direncanakan akan dialihkan tahun ini dari BRI.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
