Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Uang Rupiah (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkanna, menyebut sejumlah riset menemukan bahwa dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) banyak dipakai untuk membeli rokok oleh para penerimanya.
" Ada beberapa riset yang kami temukan di Muhammadiyah banyak bantuan misalnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang lalu itu alokasinya ketika bantuan diberikan apalagi kepada kepala rumah tangga itu banyak untuk konsumsi rokok," kata Mukhaer, dikutip dari Merdeka.com, Senin 24 Agustus 2020.
Menurut dia, hampir 70 persen perokok merupakan masyarakat menengah ke bawah atau masyarakat rentan miskin. Sehingga ketika diberikan dana bantuan sosial atau BLT masyarakat justru mengalokasikan dana tersebut untuk konsumsi rokok.
" Beberapa bantuan lain di masa pandemi ini bisa dicurigai itu alokasi untuk konsumsi rokok itu naik itu perlu kita kendalikan," katanya.
BLT memang sangat populer dalam penyaluran bantuan dari pemerintah untuk masyarakat. Program ini kerap menjadi pilihan untuk memberi bantuan kepada masyarakat yang dinilai kurang mampu.
Pada masa pandemi virus corona ini misalnya, pemerintahan Joko Widdodo-Ma'ruf Amin telah menyiapkan alokasi dana Rp203,9 triliun untuk perlindungan sosial.
Dana itu terdiri dari bantuan PKH Rp37,4 triliun, sembako Rp43,6 triliun, bansos Jabodetabek Rp6,8 triliun, bansos non-Jabodetabek Rp32,4 triliun, kartu Prakerja Rp20 triliun, diskon listrik Rp6,9 triliun, logistik/pangan/sembako Rp25 triliun, dan BLT dana desa Rp31,8 triliun.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang