Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Justru Melemah Ketika Perdagangan Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran.
Dream - Bursa saham Indonesia tumbang di hari pertama perdagangan usai libur panjang Lebaran. Dengan transaksi yang relatif sudah normal, sejumlah indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpangkas cukup dalam.
Tingginya arus keluar dana asing dalam pasar modal Indonesia membuat indeks saham mendekam seharian di teritori merah. Saham-saham sektor pertambangan mengalami tekanan jual cukup hebat.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 20 Juni 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) rontok sampai 1,984 poin (1,12%) ke level 175,887 poin. ISSI mendekam seharian di zona merah setelah dibuka melemah di level 176,501 di pembukaan perdagangan dan sempat terseret ke titik terendah di 173,900.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah relatif sama dengan penutupan pra libur panjang lebaran. Dengan 50,45 miliar saham yang beralih tangan, nilai perdagangan saham syariah mencapai Rp6,52 triliun.
Tekanan hebat muncul dari para pemodal asing yang memutuskan menarik sementara dananya. Nett sell asing memang terpangkas separuh dibandingkan posisi sebelum libur panjang. Namun dana yang ditarik keluar mencapai Rp650 miliar.
Dengan hanya empat saham yang bergerak menguat, indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tak kuasa bergerak melemah. Indeks JII merosot 10,632 poin (1,56%) ke level 670,191.
Begitu pula dengan indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index 70 (JII70), terkoreksi 3,619 poin (1,61%) ke level 222,043.
Mayoritas indeks sektoral " kebakaran" . Koreksi indeks terdalam terjadi di sektor keuangan yang amblas 3,54 persen, diikuti dengan indeks properti 2,96 persen, barang konsumsi 2,37 persen, dan pertanian 2,01 persen.
Penguatan indeks industri dasar 0,80 persen dan infrastruktur 0,63 persen tidak cukup kuat menahan laju perdagangan.
Hanya ada empat saham JII yang menjadi top gainer. Keempatnya adalah saham PTBA yang harganya naik Rp170, TLKM Rp100, ADRO Rp65, ASII Rp50.
Sebaliknya, ada empat saham JII yang menjadi top loser. Saham ITMG dan UNVR terkoreksi masing-masing Rp1.300 dan diikuti saham UNVR sebesar Rp1.125 dan INTP Rp1.075.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah seharian. Dolar hampir mendekati Rp14 ribu. Ketika perdagangan ditutup, rupiah melemah 5 poin (0,04%) ke level Rp13.925 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya