Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Bayi
Dream - Growth spurt adalah istilah untuk tahapan pertumbuhan maksimal pada bayi dan bisa berlangsung cepat, dalam satu malam. Bayi yang berada dalam tahap growth spurt ini tinggi dan berat badanya bertambah secara signifikan dalam waktu 24 jam.
Biasanya growth spurt terjadi pada bayi usia 10 hari, antara tiga hingga empat minggu, tiga bulan, lalu 6 dan 9 bulan. Ada juga yang mengalaminya ketika berusia 12 bulan.
" Bayi yang mengalami growth spurt, tingginya bisa bertambah 9 milimeter dalam satu malam," kata Michelle Lampl, seorang dokter dan peneliti dari Emory University, Atlanta, AS.
Ada tiga tanda khas saat bayi mengalami growth spurt. Para ibu bisa bersiap-siap dan tak perlu kaget saat bayi mengalami hal berikut.
1. Tidur lebih lama
Pada tahapan growth spurt, bayi akan tidur lebih lama dari biasanya. Tidur merupakan proses penting dalam pertumbuhan bayi. Saat tidur proses pertumbuhan bisa berjalan maksimal, terutama jika bayi cukup tidur. Untuk itu, tak perlu dibangunkan jika si kecil tidur lebih lama dari biasanya. Bayi biasanya akan bangun saat merasa lapar, dan Anda harus bersiap-siap menyusuinya.
2. Menyusu lebih sering
Ada beberapa bayi yang menyusu dan makan lebih banyak saat growth spurt. Meski sudah makan dan menyusu, bisa jadi si kecil meminta susu lagi dan selalu ingin mengunyah karena lapar. Proses pertumbuhan membutuhkan ekstra energi, karena itu pastika si kecil mendapat asupan yang cukup. Pada bayi yang masih ASI eksklusif, mereka biasanya akan lebih sering bangun untuk menyusu saat growth spurt.
3. Rewel
Pertumbuhan yang maksimal kadang membuat bayi merasa lelah dan tak nyaman dengan tubuhnya. Efeknya, bayi jadi lebih banyak menangis dan rewel. Memeluk dan menggendongnya jadi cara paling efektif untuk menenangkannya. Berikan juga pijatan dengan baby oil agar bayi merasa lebih tenang.
(Sah/Sumber: Todays Parents)
Baca Juga: Bahaya Paksa Anak Kidal Jadi 'Normal' Kisah Para Penyemangat Anak Penderita Kanker Ayah Bunda, Yuk Siapkan Mental Menyambut Si Kembar Fase Perubahan Payudara Sejak Hamil Hingga Menyusui Bayi Menangis Tanpa Henti, Segera Cek 4 Hal Ini Tak Perlu Selalu Ditemani, Biarkan Si Kecil Main Sendiri
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari