Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Anak Belajr Makan Sendiri.
Dream - Setelah pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan, saatnya memperkenalkan makanan lembut pada bayi. Biasanya berupa bubur sereal atau pure buah. Memasuki usia 9 atau 10 bulan setelah bayi bisa menggengam, saatnya memperkenalkan makanan bertekstur padat.
Sebenarnya bayi sudah bisa diajari untuk makan sendiri. Cara ini dikenal dengan metode baby led weaning (BLW), yaitu memberikan makanan berpotongan sedang yang bisa digenggam atau sering disebut finger food pada bayi. Lalu membiarkan mereka makan sendiri.
Memang akan sangat berantakan, tapi cara ini dipercaya bisa mempermudah mengenalkan tekstur makanan padat pada anak. Metode ini juga diyakini bisa membentuk kebiasaan makan yang baik pada anak.
Natalie Brown, seorang pakar gizi, mengungkap ketika anak memegang makanannya sendiri dan memasukannya ke dalam mulut merupakan tahap perkembangan yang penting. " Memakan makanannya sendiri dapat membantu anak untuk mencoba hal-hal baru, belajar mengenal tekstur, dan membuat kordinasinya lebih baik," ujar Brown.
Lalu makanan apa sajakah yang aman untuk disajikan agar si kecil tidak tersedak? Coba sediakan makanan berikut dan lihat reaksi si kecil. Pastikan Anda selalu mendampingi dan mengawasi.
1. Buah
Potong buah menjadi beberapa bagian seperti pisang, pir, kiwi, semangka, mangga, atau blewah. Atau Anda juga bisa kukus sebentar buah seperti apel untuk membuatnya sedikit lembut. Sajikan untuk si kecil dan biarkan ia belajar memegang dan memakan buah yang ada di depan matanya.
2. Sayuran
Potong-potong sayuran seperti brokoli, labu, kentang, wortel, bayam, dan buncis. Anda bisa memasaknya dengan cara dikukus, jangan terlalu lama memasak sayuran tersebut. Cukup pastikan sayuran tersebut lembut dan aman untuk dimakan.
3. Protein
Cobalah telur, tahu, daging giling, atau ayam. Saat anak anda sudah lebih besar, ada baiknya untuk menyajikan makanan dengan potongan yang lebih besar. Terutama jika si kecil sudah bisa menggunakan garpu atau sendok.
Sumber: Todays Parents
Laporan Sartika Septiana
Baca Juga: Si Kecil Termasuk Anak Jenius? Ketahui Dulu Tanda-tandanya Tak Perlu Selalu Ditemani, Biarkan Si Kecil Main Sendiri Bayi Menangis Tanpa Henti, Segera Cek 4 Hal Ini Fase Perubahan Payudara Sejak Hamil Hingga Menyusui Si Kecil Sakit Mata, Menular? Bekali Kemampuan Ini Sebelum Anak Masuk TK
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari