Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Huffingtonpost)
Dream - Banyak yang bertanya-tanya bagaimana mengatasi nafsu makan yang besar dan mengurangi takaran makanan.
Sekarang para ilmuwan di Harvard telah mengidentifikasi jaringan saraf di otak yang mengontrol rasa lapar.
Mereka bahkan telah berhasil merangsang jaringan dalam otak tikus, yang membuat mereka merasa kenyang ketika belum makan.
Dikutip Dream dari Metro.co.uk, Kamis 30 April 2015, tim ilmuwan Harvard sekarang percaya, mengaktifkan syaraf yang diatur oleh melanoncortin 4 reseptor (MC4R) di otak dapat membantu orang menjalani diet tanpa harus merasakan pengalaman tidak nyaman dari diet.
"MC4R pengatur 'kenyang' ini adalah kunci untuk membangun cetak biru bagaimana otak mengatur nafsu makan," kata Dr Bradford Lowell, kepala peneliti di Harvard.
Sebelumnya banyak yang mengandalkan produk Slim Fast agar bisa merasakan kenyang lebih lama. Namun penemuan neuron kenyang adalah langkah besar dalam pembuatan obat benar-benar bisa mengubah perasaan ingin makan pada otak.
"Namun perlu diketahui bahwa teknik ini hanya berfungsi untuk 'menipu' otak bahwa Anda sudah kenyang. Sementara perut Anda benar-benar sedang membutuhkan makanan."
Lowell mengatakan teknik ini mungkin sangat berguna untuk menangani pasien yang memiliki masalah obesitas. Temuan Lowell ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking