Gathotan, Alternatif Pangan untuk Penderita Diabetes

Reporter : Gladys Velonia
Rabu, 29 November 2017 16:15
Gathotan, Alternatif Pangan untuk Penderita Diabetes
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Universitas Respati Jogjakarta.

Dream - Diabetes melitus tipe 2 menjadi salah satu penyakit tidak menular yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Usai didiagnosa menderita diabetes, sederet makanan pun dicoret dari daftar menu yang bisa dimakan.

Untuk itulah tim peneliti Universitas Respati Jogjakarta, tergerak meneliti makanan yang tidak berbahaya bagi penderita diabetes. Hasilnya cukup mengagumkan.

Tekat ingin mengangkat Gathotan, makanan khas Yogyakarta, sebagai makanan yang lebih dikenal publik justru membuat tim yang diketuai oleh Desty Ervira Puspaningtyas itu meraih juara 2 dalam Nutrifood Research Center 2016.

" Gathotan adalah makanan asli Yogyakarta berasal dari Gunung Kidul yang merupakan fermentasi singkong hingga berwarna hitam pekat. Dari hasil penelitian kami, Gathotan dapat meningkatkan probiotik. Bisa jadi alternatif pangan pada diabetes melitus tipe 2," tutur Desty di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa 28 November 2017.

Penelitian 30 hari pada hewan, yakni tikus, dengan pemberian tepung Ghatot setiap hari bisa menurunkan kadar gula puasa pada tikus. Hal tersebut membuktikan jika tepung Ghatot memiliki efek yang sama dengan pemberian obat diabetes.

" Selain itu ditemukan pula bahwa tepung Ghatot bisa memperbaiki profil lemak, menurunkan kolesterol, menurunkan trigliserida. Ini langkah awal kami untuk menangani permasalahan diabetes melitus tipe 2," imbuh Desty.

Untuk itu panganan ini dapat menjadi alternatif bagi penderita diabetes, lantaran singkong adalah tanaman yang sangat banyak dan tumbuh subur di Indonesia.

Dari hasil penelitian, ditemukan pula jika manfaat tepung Ghatot dan tepung singkong setara dengan kerja obat diabetes. Sehingga Desty berharap kedua tepung olahan singkong ini dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes sebagai pengganti obat.

" Gathot menurunkan kadar glukosa darah sama dengan produk dasarnya yakni singkong. Bisa menurunkan kolesterol total seperti lemak jahat. Dosisnya cukup 250 gram Ghatot per hari selama 1 minggu dan bakteri baik dalam tubuh manusia mengalami peningkatan."

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan