Hidup di Jakarta, Tua di Jalan

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 19 Desember 2017 07:45
Hidup di Jakarta, Tua di Jalan
Setiap harinya, rata-rata pemilik mobil di Jakarta menghabiskan waktu 68 menit terjebak dalam kemacetan.

Dream - Survei yang dibuat perusahaan transportasi online beberapa waktu lalu menemukan fakta warga Jakarta harus menghadapi kemacetan setiap harinya. Rata-rata pemilik mobil di Jakarta menghabiskan waktu 68 menit, atau sekitar satu jam terjebak dalam kemacetan.

Dari survei yang sama, rata-rata waktu yang diperlukan pemilik mobil di Jakarta untuk mencari tempat parkir yaitu 21 menit per hari.

Bahkan 28 persen di antaranya menghabiskan 30 menit per hari.

Dengan perhitungan semacam itu, dalam setahun, warga Jakarta menghabiskan 584 jam atau 24 hari karena macet dan mencari parkir.

Walhasil, dengan data semacam itu, kiasan tua di jalan menjadi sesuatu yang wajar.

Terlebih, saat ini, kemacetan di Jakarta semakin menggila karena bertambahnya kendaaraan bermotor yang ada ditambah menyempitnya berbagai ruas jalan akibat pembangunan infrastruktur.

Di balik rasa sebal pada macet, kamu perlu memiliki rencana baru. Jika tak ingin masuk dalam kemacetan Ibukota, cobalah untuk berangkat lebih awal.

Usahakan berangkat lebih dini ketimbang waktu sebelumnya. Dengan mulai membiasakan diri meluangkan waktu lebih, kamu dapat mencegah stres.

Untuk mengusir rasa bosan di mobil, taruhlah wewangian. Aroma wangi mint dan lavender sangat disarankan untuk meredakan stres.

Selain dengan wewangian, cobalah untuk menyetel perangkat audio yang kamu miliki. Dengan
mendengarkan bebunyian dari radio atau pemutar musik, rasa stres yang muncul dapat dikurangi.

Cara terakhir yang dapat kamu lakukan yaitu, mengubah rutinitas. Selain menggunakan kendaraan pribadi, kamu juga dapat bepergian ke kantor menggunakan transportasi publik.

shutterstock© dream.co.id

shutterstock© dream.co.id

Carilah waktu saat kereta atau bus yang tak mengalami sesak. Dengan kondisi semacam itu, kamu dapat beristirahat sembari menuju ke kantor.

Sebab, menurut The American Institute of Stress, stres dalam jangka panjang berakibat buruk bagi kesehatan jantung dan reproduksi.

Nah, agar tubuh tak terlalu tertekan dengan kondisi macet berlebih, ada baiknya sertakan Larutan Penyegar Cap Badak dalam setiap perjalanan kamu.

lpcb© dream.co.id

Kandungan Gypsum Fibrosum dan Galcareus Spar dalam Larutan Penyegar Cap Badak dipercaya mampu menurunkan intensitas tekanan tubuh.

Produk andalan Sinde ini terjamin halal, aman, dan khasiatnya sudah dibuktikan dari generasi ke generasi untuk mengatasi sariawan hingga sembelit, serta mampu menyegarkan tubuh. Lihat keampuhan lainnya di sini.

Beri Komentar