Hindari! Ini Akibat Sahur Cuma Makan Mi Instan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 10 Mei 2019 03:40
Hindari! Ini Akibat Sahur Cuma Makan Mi Instan
Banyak yang memilih mi instan lantaran praktis, sangat mudah dan cepat untuk disajikan. Namun tenyata...

Dream - Konsumsi masyarakat Indonesia terhadap mi instan cukup tinggi. Tak terkecuali di bulan Ramadan, khususnya saat sahur.

Banyak yang memilih mi instan lantaran praktis, sangat mudah dan cepat untuk disajikan. Namun tenyata, konsumsi mie instan membuat tubuh tak bertenaga saat berpuasa.

" Mi instan itu bahan dasarnya tepung. Jadi sangat mudah dicerna, membuat kita akan cepat lapar kembali. Selain itu juga menggunakan bahan pengawet, tidak bagus untuk kesehatan," kata ahli gizi, Inayah Budiasti saat dihubungi Dream.co.id.

Kata Inayah, makanan yang diawetkan seperti mi instan mengandung nutrisi rendah. Sebaiknya dihindari makan yang tidak mengandung serat saat sahur, termasuk mi instan.

" Tubuh akan tidak lapar dan lemas, jika kita konsumsi jenis makanan berbahan serat, seperti buah, sayur dan gandum, makanan seperti ini lebih lama tinggal di dalam lambung," ujarnya.

Kalau pun terpaksa harus makan mi instan, sebaiknya tambahkan makanan berserat.

1 dari 6 halaman

Ini yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Konsumsi Mi Instan

Dream - Harga murah, rasa nikmat dan penyajian yang mudah membuat mi instanjadi favorit banyak orang. Meski memiliki reputasi buruk bagi kesehatan, nyatanya mi instan masih memenuhi rak dapur ibu rumah tangga hingga anak kos-kosan.

Menurut penelitian, mi instan memiliki kandungan sodium dan karbohidrat rafinasi yang cukup tinggi. Masih asing dengan kata karbohidrat rafinasi?

Karbohidrat rafinasi adalah jenis karbohidrat yang melewati banyak proses pengolahan hingga jadi makanan. Proses tersebut akan menghilangkan berbagai komponen karbohidrat yang dibutuhkan tubuh, seperti serat, vitamin, dan mineral.

Intinya, karbohidrat rafinasi hanyalah butiran halus yang kandungan gizinya semakin menipis akibat pengolahan yang panjang.

2 dari 6 halaman

Efek Terlalu Sering Makan Mie Instan

Pertama, sebagian besar mi instan mengandung lebih dari 1.100 miligram sodium. Jumlah itu mendekati setengah dari maksimum sodium yang harus dikonsumsi setiap hari. Artinya, jika terlalu banyak mengonsumsi sodium dalam sekali makan mi instan, kamu akan mudah merasa haus.

  Mi Instan

Kelebihan sodium akan membuat kamu selalu merasa letih dan perut terasa penuh. Kendati perut terasa penuh, tapi kamu sebenarnya tidak merasa kenyang. Hal ini lantaran mi instan mengandung banyak karbohidrat rafinasi.

Karbohidrat rafinasi pada dasarnya hanyalah kalori kosong arena hampir tidak mengandung protein atau serat di dalamnya. Nah, efek buruk terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat rafinasi ini salah satunya adalah menyebabkan kegemukan.

Mengonsumsi karbohidrat rafinasi dapat menyebabkan gula darah melonjak dan kemudian turun drastis. Hal ini membuat kamu cepat lapar dan siap untuk makan mie instan lagi, yang mengarah kepada penambahan berat badan.

3 dari 6 halaman

Mi 'Tahan Lama' dalam Perut

Hal yang paling membuat heran adalah mi instan bisa bertahan lama dalam perutdibandingkan jenis makanan yang lain. Braden Kuo, Dokter Massachusetts General Hospital, pernah melakukan penelitian tentang hal ini pada 2012.

  Yuk! Icip Mi Instan dari Berbagai Negara

Menggunakan kamera seukuran pil, Dr. Kuo merekam saluran pencernaan subjek penelitian yang makan mi instan dan mi segar. Setelah dua jam kemudian, Dr. Kuo memperlihatkan hasilnya melalui video yang diunggah secara online.

Dalam video tersebut, mi segar sudah habis dicerna di dalam usus. Sementara mie instan terlihat masih utuh di dalam usus. Meski tidak menyebutkan efeknya bagi kesehatan, tapi temuan Dr. Kuo ini cukup mengejutkan dan mengkhawatirkan.

4 dari 6 halaman

Sindrom Metabolik

Studi lain tentang efek mi instan yang dilakukan Harvard School of Public Health menunjukkan keterkaitan dengan kesehatan yang buruk.

Harvard melakukan penelitian terhadap konsekuensi mengonsumsi mi instan secara jangka panjang di Korea Selatan yang merupakan makanan pokok utama.

Mereka menemukan bahwa subjek, terutama wanita, yang makan mi instan setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko 68 persen lebih tinggi mengalami sindrom metabolik.

  mi instan

Sindrom metabolik merupakan kombinasi gejala penyakit yang meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Sedangkanya subjek yang mengonsumsi makanan alami lainnya secara konsisten tidak mengalami sindrom metabolik tersebut.

Sumber: RD.com

5 dari 6 halaman

Ingin Mi Instan Sehat? Ini Rahasia Memasaknya

Dream - Mie instan. Inilah menu yang sangat karib dengan masyarakat di Indonesia. Makanan ini disajikan dalam berbagai rupa. Mulai camilan hingga menjadi menu utama.

Ya, mie instan memang jadi menu populer. Lihatlah laporan World Instan Noodles Association pada Mei silam. Dalam setahun, penduduk Bumi menghabiskan 102,7 miliar bungkus mie instan.

Dan Indonesia menjadi negara ke dua paling banyak mengonsumsi mie instan dalam setahun, yaitu 13,4 miliar bungkus. Indonesia berada di bawah China yang menghabiskan 44,4 miliar bungkus pertahun. Di bawah Indonesia ada Jepang, India, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Tapi banyak ulasan menyebut jika terlalu banyak mengonsumsi mie instan buruk untuk kesehatan. Mie instan dituding sebagai pemicu kankertekanan darah tinggi, meningkatkan kadar kolesterol, dan sebagainya. Mengerikan bukan?

Jangan khawatir dulu. Presiden Masyarakat Gizi Malaysia, Dr Tee E Siong, punya tips khusus bagaimana mengonsumsi mie instan dengan sehat.

“ Banyak orang berpikir makan mie instan adalah beracun dan bahaya, tapi ini tidaklah benar. Beberapa orang berlebihan dan menyalahgunakan ini. Ini bukan berarti makan mie instan lima kali sehari,” ujar Siong, sebagaimana dikutip Dream dari The Straits Times, Sabtu 5 Desember 2015.

Menurut dia, makan mie instan sama dengan mengonsumsi roti. Mie instan kaya akan karbohidrat, lemak, sedikit protein, serat, mineral, dan vitamin, sehingga harus dikonsumsi dengan menu lainnya.

Lantas bagaimana membuat mie instan yang sehat? Menurut Siong, “ Jangan menambahkan semua bumbunya.” Ya, jangan menuang semua bumbu ke dalam mie instan. Secukupnya saja!

Selain itu, juga tambahkan bahan lain ke dalam menu mie instan. Sehingga dalam sekejap, mie instan Anda menjadi menu sehat. “ Untuk membuatnya bergizi seimbang, tambahkan sayuran segar, telur, daging cincang atau sarden.”

Nah, dengan demikian setidaknya mie instan yang kita konsumsi akan punya gizi lebih jika dibandingkan kita hanya merebus dan langsung memakannya tanpa menambah bahan lain.

“ Kita perlu asupan gizi sepanjang hari. Berapa banyak Anda makan, bagaimana Anda makan, dan bagaimana makanan itu dimasak menjadi hal penting,” tambah Siong.

Lantas, bagaimana dengan kandungan monosodium glutamat (MSG) dalam mie instan? Tidkakah bahan ini berbahaya sebagaimana adikhawatirkan banyak orang?

Siong tak yakin MSG akan memperburuk kesehatan manusia. “ Jika Anda melihat badan pengawas makanan di dunia, tak ada ysng mrlsrsng MSG,” kata dia.

“ Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa MSG jelek untuk kesehatan. Orang Jepang menggunakan ini selama berabad-abad dan mereka sehat-sehat saja,” tambah Siong.

Dia bahkan menganjurkan masyarakat untuk menggunakan MSG dengan bijak. MSG sebenarnya tidak memiliki rasa. “ Itu hanya penambah rasa yang memiliki natrium kurang dari garam ,” ujar dia.

6 dari 6 halaman

Kenapa Mi di Warkop Lebih Enak dari Buatan Sendiri?

Dream - Cukup ganjil, tapi hal ini kerap dirasakan banyak orang. Mie instan yang dibuat dari dari pabrik yang sama bahkan dengan bahan danharga yang sama, namun rasanya ketika sudah dimasak justru bisa berbeda.

Ya, banyak orang merasa mie instan yang dibelinya di warung kopi (warkop) lebih enak ketimbang mie instan yang dimasak sendiri. Lantas apa yang menyebabkan rasanya jadi berbeda?

Ternyata ada beberapa formula rahasia yang membuat mie instan warkop jadi lebih enak. Berikut ulasannya.

1. Air rebusan

Ini jadi formula dasar dari semuanya. Kenapa air rebusan? Sebab, di warkop sekali merebus mie, tidak hanya satu bungkus mie yang dimasukkan. Tapi banyak. Nah air yang dipakai untuk merebus ini otomatis menyimpan sari-sari mie yang banyak tadi dan itu yang membuat kuah mie jadi mantap.

2. Sawi dan Bawang Goreng

Nah ini juga jadi nilai plus. Kenapa? Karena umumnya jika kita memasak mie tidak pernah " seramai" ini. Tapi di warkop, pedagangnya seringkali menambahkan sawi dan bawang goreng. Ini yang menambah kenikmatan citarasanya.

3. Sambal

Sambal di sini bukan sambal kemasan. Sambal yang dimaksud adalah sambal buatan sendiri. Ya, racikan sambal yang dibuat sendiri oleh si pedagang warkop bikin mie tambah lezat.

 

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim