Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
(huffington Post)
Dream - Setiap orang pasti pernah mengalami jari tangan dan kaki akan mengeriput setelah berada dalam air, dalam waktu yang lama.
Fenomena ini telah menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dan membuat banyak orang awam merasa heran.
Selama beberapa dekade, para ilmuwan percaya bahwa reaksi ini disebabkan oleh epidermis --lapisan kulit luar--yang menyerap air di sekitarnya.
Lapisan kulit luar melekat sangat erat pada lapisan di bawahnya sehingga tidak bisa berkembang. Karena itulah lapisan kulit luar berkembang dengan cara mengeriput.
Namun, pada 1935 sekelompok ilmuwan yang sedang melakukan tes laboratorium menemukan, reaksi ini tidak terjadi ketika ada saraf yang rusak di jari tangan atau kaki.
Mereka sampai pada kesimpulan, bahwa keriput hanya reaksi dari sistem saraf otonom tubuh.
Bahkan para ahli saraf menyarankan munculnya keriput mungkin memiliki fungsi evolusi: ia dapat membantu jari tangan dan kaki menempel kuat pada permukaan basah. Pada 2013, serangkaian percobaan dilakukan untuk memperdalam hal ini.
Para relawan harus mengambil dua objek, basah dan kering. Para relawan kemudian diberi tugas mengambil objek itu baik ketika jari mereka kering atau basah dan berkeriput.
Hasilnya, para relawan yang mengambil barang-barang yang basah 12% lebih cepat jika menggunakan jari yang basah dan berkeriput.
Jadi kulit jari yang berkeriput berfungsi layaknya tapak ban mobil. Sehingga lebih banyak permukaan kulit yang melekat pada permukaan dan dengan demikian akan memberikan cengkeraman atau pegangan yang lebih baik.
Jadi jangan takut ketika jari tangan dan kaki berkeriput ketika berlama-lama dalam air. Itu hanyalah sebuah reaksi dari sistem saraf otonom yang menakjubkan di dalam tubuh Anda.
(Ism, Sumber: brightside.me)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia