Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Xiaoli Jalani Pemeriksaan Sebelum Operasi Pengecilan Lambung. (Foto: Chengdu Business Daily)
Dream - Setiap wanita pasti menginginkan memiliki postur tubuh ideal. Termasuk seorang gadis Cina berusia 25 tahun dengan nama samaran Xiaoli.
Dia rela melakukan apapun untuk menurunkan berat badannya. Termasuk mengonsumsi pil penurun berat badan selama tujuh tahun. Memang bobot Xiaoli terlalu berlebih.
Namun apa yang didapatnya setelah puluhan tahun mengonsumsi obat pelangsing tubuh itu tak sesuai harapan.
Cerita ini bermula ketika Xiaoli tergiur iklan pil penurun berat badan di televisi pada tujuh tahun yang lalu. Gadis muda ini ingat saat itu dia merasakan hasil dari mengonsumsi pil penurun badan tersebut.
Xiaoli telah menghabiskan 200 ribu yuan atau Rp 430 juta untuk membeli berbagai macam pil penurun badan lainnya selama tujuh tahun.
Tetapi, begitu dia berhenti meminum pil, badannya semakin mekar. Bukan itu saja, berat badannya malah bertambah. Ketika baru mengonsumsi obat pelangsing, berat badannya malah naik 45 kilogram.
Tak sabar ingin segera bertubuh langsung, Xiaoli menempuh cara kilat. Dia pergi dari kotanya Yibin ke Chengdu untuk menjalani operasi pengecilan lambung.
Dia tiba di Rumah Sakit Chengdu dan memberi tahu para dokter bahwa dia telah berjuang selama tujuh tahun tapi tidak ada tanda-tanda positif.
" Operasi pengecilan lambung itu adalah satu-satunya kesempatan saya," kata Xiaoli, seperti yang diceritakannya kepada koran Chengdu Business Daily.
Kepada koran itu, Xiaoli memperingatkan para wanita agar tidak tertipu dengan iklan penurun badan yang ada di media.
Dokter di rumah sakit mengatakan kebiasaan makan Xiaoli juga memberikan kontribusi terhadap kenaikan berat badannya. Sementara obat-obatan yang ia konsumsi selama tujuh tahun terakhir adalah penyebab utamanya.
Wang Zhong, wakil direktur Departemen Gizi RS Chengdu, mengatakan bahwa pil penurun berat badan bekerja dengan membatasi nafsu makan, atau meningkatkan frekuensi ekskresi untuk mendapatkan penurunan berat badan yang cepat.
" Tetapi efek dari obat-obatan semacam itu tidak stabil dan tahan lama. Tak peduli sebagus apapun iklan tersebut, penurunan berat badan adalah proses sistematis jangka panjang," kata Wang.
(Sumber: OddityCentral.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya