Mirip HIV, Virus Corona Bisa Menghindari Respons Sistem Imun Tubuh

Reporter : Sugiono
Kamis, 28 Mei 2020 12:27
Mirip HIV, Virus Corona Bisa Menghindari Respons Sistem Imun Tubuh
Temuan peneliti menunjukkan virus corona penyebab Covid-19 memiliki beberapa karakteristik virus yang menyebabkan infeksi kronis.

Dream - Menurut sebuah studi terbaru dari China, virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 menggunakan strategi untuk menghindari serangan sistem imun tubuh manusia. Strategi ini sama seperti yang dilakukan virus HIV yang menyebabkan AIDS.

Kedua virus tersebut menghilangkan molekul penanda pada permukaan sel yang terinfeksi. Molekul penanda ini digunakan oleh sistem imun tubuh untuk mengidentifikasi serangan virus.

Penemuan yang cukup menghebohkan ini ditulis dalam studi yang belum ditinjau peneliti lain. Studi tersebut telah diterbitkan situs bioRxiv.org pada Senin, 25 Mei 2020.

Para peneliti memperingatkan kesamaan ini menandakan bahwa virus SARS-CoV-2 akan terus ada di tengah masyarakat seperti halnya virus HIV saat ini.

Ahli virus Zhang Hui dan timnya dari Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou mengatakan penemuan mereka ini menunjukkan bahwa virus corona memiliki beberapa karakteristik virus yang menyebabkan infeksi kronis.

1 dari 5 halaman

Sel Pembunuh Pasien Sembuh dari Covid-19

Dalam melakukan penelitian, mereka mengumpulkan sel T pembunuh dari lima pasien yang baru pulih dari Covid-19.

Sel imun yang bertugas mencari dan membunuh virus ini dihasilkan oleh orang-orang yang telah terinfeksi SARS-CoV-2 tapi sudah dinyatakan sembuh.

Sayangnya, sel T pembunuh yang digunakan dalam penelitian ini tidak efektif dalam membunuh virus dalam sel yang sudah terinfeksi SARS-CoV-2.

Ketika para peneliti mengamati lebih dekat, mereka menemukan bahwa sebuah molekul yang dikenal sebagai major histocompatibility complex (MHC) hilang.

2 dari 5 halaman

Memiliki Kesamaan dengan Virus HIV

MHC bertindak sebagai penanda yang menempel pada membran sel. Molekul ini akan berubah dan mengingatkan sistem imun tubuh apakah sel itu sehat atau sakit akibat terinfeksi virus.

Namun molekul penanda ini hilang ketika seseorang tertular virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Virus HIV menggunakan strategi yang sama. Virus ini menghilangkan MHC pada sel yang terinfeksi.

" Anehnya, virus corona jenis lain yang menyebabkan Sindrom Pernapasan Akut (SARS) tidak mampu melakukan hal ini," kata Zhang.

3 dari 5 halaman

Menghilangkan Molekul Penanda Sel Sakit

Virus SARS-CoV-2 menghilangkan MHC dengan menghasilkan protein yang dikenal sebagai ORF8. Protein ini mengikat MHC, sebelum menariknya ke dalam sel yang terinfeksi dan menghancurkannya.

ORF8 diketahui memainkan peran penting dalam proses replikasi virus. Sebagian besar alat tes Covid-19 komersial menargetkan gen ini untuk mendeteksi viral load (jumlah virus) saat melakukan swab oral atau hidung.

Zhang dan timnya optimis penemuannya dapat membantu menciptakan senyawa yang menarget ORF8 dan menghancurkannya sebelum proteini ini sempat menghilangkan MHC pada permukaan sel yang sakit.

" Dengan demikian akan meningkatkan penjagaan imunitas terhadap infeksi virus SARS-CoV-2. Apalagi obat Covid-19 pasti akan menyasar enzim atau protein yang diperlukan untuk replikasi virus," tulis Zhang.

4 dari 5 halaman

Bukan Hanya Virus SARS-CoV-2 dan HIV

Namun Zhang Shuye, peneliti utama di Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai di Universitas Fudan, mengatakan temuan penelitian Guangzhou tidak sepenuhnya mengejutkan.

Dia bahkan mengatakan virus yang tidak terkait dalam penelitian itu dapat memiliki sifat yang sama karena mereka berada di bawah kondisi selektif yang sama.

" Penghilangan molekul MHC juga dilakukan virus lain seperti pada virus herpes," kata Shuye yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

5 dari 5 halaman

Virus SARS-CoV-2 Bermutasi

Dia mencatat bahwa virus SARS-CoV-2 tidak membajak sel T dan mengubahnya menjadi alat untuk bereproduksi, seperti yang dilakukan oleh virus HIV.

" Tetapi virus ini telah bermutasi pada kecepatan yang jauh lebih lambat dan tingkat kematian 'jauh, jauh lebih rendah daripada AIDS'." tambah Shuye.

Shuye mengatakan sistem imun atau kekebalan tubuh manusia memiliki berbagai cara untuk melawan virus yang menyerangnya.

" Apa yang perlu kita pikirkan selama pandemi ini adalah bahwa, walaupun virus ini mungkin memiliki beberapa sifat yang baru atau tidak terduga, sebagian besar pasien dinyatakan sembuh. Ini tentu memberikan rasa percaya diri bagi kita," kata Shuye.

Sumber: SCMP

Beri Komentar