Olahraga Selena Gomez Usai Transplantasi Ginjal, Sejam Bayar Rp4 Juta

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 4 Januari 2019 17:42
Olahraga Selena Gomez Usai Transplantasi Ginjal, Sejam Bayar Rp4 Juta
Kamu rela mengeluarkan uang segitu?

Dream - Selena Gomez tengah menjalani proses pemulihan. Thun lalu, pelantun tembang Hands To Myself itu menghadapi berbagai masalah kesehatan.

Setelah menjalani perawatan akibat penyakit lupus, transplantasi ginjal, dan memulihkan mentalnya, bulan lalu penyanyi 26 tahun ini kembali ke rumah dan langsung menjaga kesehatan fisik maupun mentalnya.

" Selena telah kembali ke rumah dan merasa lebih baik," ungkap sebuah sumber pada E! News.

Menurut sumber itu, selama ini, Selena Gomez menghabiskan waktu dengan teman-teman dan keluarga. Selena Gomez berusaha kembali ke rutinitas normal karena sudah merasa sehat dan bahagia.

" Waktunya sangat cukup untuk memulihkannya," tutur sumber tersebut, dikutip dari Eonline.com.

 Instagram.com/selenagomez

Foto: Instagram.com/selenagomez

Selain berkumpul dengan teman mapun keluarga, mantan penyanyi The Weeknd ini juga menghabiskan waktu mengikuti kelas Hot Pilates.

" Hot Pilates mampu membuatnya terasa sehat, sehingga dia melakukannya secara rutin," tambah sumber itu.

Menurut sumber lainnya, kelas tersebut berada di dalam ruangan bersuhu 95 derajat dan dilengkapi dengan musik.

 Instagram.com/selenagomez/

Foto: Instagram.com/selenagomez

Para peserta pilates menggunakan beberapa alat seperti beban maupun sabuk untuk memaksimalkan kerja otot, produksi keringat dan memperbaiki postur.

Suhu panasnya mampu mendetoks serta meredakan stres, mengaktifkan kerja otot dan memperbaiki keseimbangan tubuh.

Gerakan favorit pemain film Another Cinderella Story ini adalah squat menggunakan sabuk dan jump squat.

Untuk melakukan serangkaian olahraga tersebut, aktris jebolan Disney Channel ini membayar US$300 atau Rp4,3 juta supaya bisa menjalani sesi private bersama pemilik gym di Los Angeles.

Tapi, peserta gym yang baru hanya bisa memilih instruktur lainnya dengan membayar US$125 atau Rp1,8 juta selama sejam.

1 dari 2 halaman

Waspada! Perubahan Warna Cairan Organ Intim Jadi 'Alarm'

Dream - Setiap manusia memiliki sistem kekebalan tubuh. Saat diserang virus atau kuman, tubuh akan memberikan tanda kalau sedang dalam kondisi tidak baik. Begitu juga dengan organ intim wanita.

Organ intim akan memberikan tanda kesehatan reproduksi berupa cairan yang keluar dari organ intim. Wanita yang mengalami keputihan normal, akan mengeluarkan cairan yang bening atau putih, kental dan tidak berbau.

Bila Sahabat Dream mengalami keputihan yang tidak normal, bisa jadi terjangkit penyakit menular seksual atau mungkin masalah kesehatan lainnya.

Berikut perubahan warna dari cairan organ intim yang bisa jadi pertanda buruk:

1. Kuning atau kehijauan


Bila cairan berubah warna menjadi kuning, itu merupakan tanda bahwa organ intim sedang terjangkit infeksi trikomoniasis atau gonore. Keduanya adalah infeksi PMS yang memerlukan perawatan medis.

2. Kental dan Putih Seperti Susu

Saat organ intim mengeluarkan cairan seperti ini, kemungkinan besar merupakan tanda infeksi jamur.

" Biasanya tebal, putih, dan menyebabkan gatal yang bisa bersifat internal maupun eksternal," kata dr. Dweck, seorang dokter kandungan dikutip dari Good House Keeping.

 Alasan Ilmiah Wanita Dilarang Salat Saat Menstruasi

Bagi wanita yang rentan terhadap infeksi jamur, dr. Dweck menyarankan untuk menghindari produk-produk kesehatan yang mengandung wewangian.

Segera bilas tubuh setelah menggunakan pakaian olahraga yang basah atau pakaian renang. Sebagian besar infeksi jamur mudah diobati dengan obat luar atau pil yang diresepkan dokter.

3. Abu-abu Kehijauan

Bagi wanita yang mengalaminya, kemungkinan menderita bacterial vaginosis, atau BV. Ini merupakan infeksi umum yang disebabkan oleh ketidakseimbangan flora normal, dan mikroorganisme di vagina.

Bisa diobati dengan antibiotik atau gel antibakteri dari dokter. Dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks sementara waktu. Terutama jika sedang menjalani pengobatan.

2 dari 2 halaman

3 Kondisi Jerawat yang Butuh Penanganan Dokter Kulit

Dream Jerawat jadi masalah kulit yang sangat umum, terjadi pada setiap usia dan kalangan. Bukan hanya remaja, bayi anak bahkan orangtua juga kerap mengalaminya. Untuk mengatasi jerawat, kini banyak sekali obat jerawat yang dijual di pasaran.

Ada yang berbentuk krim, gel, patch, masker dan masih banyak lagi. Harganya pun sangat terjangkau. Untuk jerawat ringan, biasanya akan mereda dengan pengobatan sederhana tersebut.

Pada kondisi jerawat yang parah, obat-obat tersebut cenderung tak berdampak signifikan. Dalam beberapa kasus, bahkan membuat jerawat semakin meradang.

  Jerawat

Penting untuk mengetahui saat jerawat sudah semakin parah dan harus mendapat perawatan dokter.

Kapan harus mempertimbangkan memeriksakan jerawat ke dokter? Pertama ketika, jerawat tak kunjung sembuh selama 3 hingga 4 minggu, padahal sudah menggunakan berbagai obat. Lalu kedua, ketika jerawat semakin parah dan meradang.

Tanda Jerawat Meradang

" Hal tersebut ditandai dengan jerawat yang semakin banyak, merah dan nyeri disertai gatal dan panas. Saat bercermin dan level kepercayaan diri menurun drastis karena jerawat, ini pertanda nyata kalau harus segera konsultasi," ujar Amy Derick, seorang dokter kulit, dikutip dari WebMD.

 Solusi Atasi Noda Bekas Jerawat

Ketiga, saat bekas jerawat menimbulkan bekas yang sangat dalam atau bopeng. Bisa jadi infeksi yang terjadi pada kulit akibat jerawat membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Bukan hanya sekadar obat luar tapi juga antibiotik yang harus diminum. Beberapa prosedur seperti facial, laser, peeling hingga bedah bisa dipertimbangkan untuk meredakan masalah jerawat secara efektif dan aman.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian