Penggunaan Dot pada Bayi Berisiko Infeksi Telinga?

Reporter : Kusmiyati
Kamis, 21 Mei 2015 12:45
Penggunaan Dot pada Bayi Berisiko Infeksi Telinga?
Menurut Dokter Spesialis Anak, Dr. I Gusti Ayu Pratiwi, SpA, MARS, penggunaan dot yang salah pada bayi bisa saja berisiko infeksi telinga.

Dream - Tidak sedikit yang menggunakan alat bantu dot sebagai pengganti puting susu ibu. Dot yang biasanya digunakan terbuat dari karet, plastik atau silikon, namun hal ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.

Menurut Dokter Spesialis Anak, Dr. I Gusti Ayu Pratiwi, SpA, MARS, bayi akan lebih mudah terserang infeksi telinga. " Bayi lebih mudah terserang infeksi-infeksi salah satunya telinga karena sistem pertahanan tubuh mereka belum berkembang sempurna," ujar Tiwi, Kamis 21 Maret 2015.

Menurut Tiwi, dot yang baik seharusnya bekerja menyerupai fungsi puting ibu, saat anak menyedot susu yang keluar akan ditelan oleh anak. Sedangkan pada saat anak berhenti menyedot, susu tidak akan keluar.

Tetapi banyak dot yang tidak dapat mengatur jalannya air keluar mungkin terlalu besar lubang sehingga susu tetap keluar walaupun anak tidak menyedot, misalnya ketika tertidur.

Susu yang tetap keluar tadi bisa-bisa bukannya tertelan, namun masuk ke dalam saluran eustachius dan memenuhi rongga pada telinga tengah. Hal ini mungkin terjadi, apalagi pada anak yang menyusu botol dalam keadaan berbaring.

" Saat anak tidur otot-ototnya menjadi rileks, termasuk otot yang menyusun saluran eustachius sehingga saluran tersebut terbuka. Harus selektif juga untuk memilih dot," ujarnya.

Penting bagi para ibu untuk menjaga kesehatan telinga anak mengingat bayi rentan sekali terhadap penyakit. Gangguan apapun pada fungsi telinga dapat memengaruhi proses belajar anak.

" Jangan dibiasakan memberikan dot saat bayi posisi berbaring. Atau memang terpaksa harus menggunakan dot, posisi bayi harus seperti disusui dari sang ibu. Pilihlah dot yang memiliki fungsi sama dengan puting ibu, jika bayi terdapat gejala-gejala gangguan THT periksakan ke dokter," kata Tiwi. 

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak