Peran Penting Keluarga Bagi Perawatan Pasien Diabetes

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Rabu, 27 November 2019 06:48
Peran Penting Keluarga Bagi Perawatan Pasien Diabetes
Perubahan gaya hidup jadi lebih sehat berawal dari rumah.

Dream - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang umum diderita di Indonesia. Menurut data Internasional Diabetes Federation atlas edisi ke 9 pada tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ke 7 penyandang diabetes terbanyak di dunia dan ke 3 penyandang toleransi glukosa terganggu terbanyak di dunia.

Data terbaru mengungkapkan bahwa 1 dari 2 penyandang diabetes tidak menyadari kondisinya, dan hampir 67 persen penyandang diabetes tersebut berada di usia produktif di bawah 60 tahun.

Memperingati hari diabetes dunia dan bulan kesadaran diabetes dunia, Merk Sharp Dohme (MSD) Indonesia bersama dengan kementerian kesehatan bersama-sama melaksanakan kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam melawan diabetes.

“ Khususnya pada pasien diabetes tipe 1 yang jika tidak dideteksi akan menyebabkan disabilitas dan kematian. Sedangkan pada pencegahan diabetes tipe 2, keluarga berperan dalam memahami faktor risiko dan meningkatkan gaya hidup sehat,” ujar Prof. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE, di Jakarta, Selasa 26 November 2019.

 

1 dari 6 halaman

Perbaiki Gaya Hidup

Melindungi keluarga dari diabetes dapat dilakukan dengan 3 cara. Pertama dimulai dari deteksi dini, dengan cara mengetahui rekam medis keluarga secara turun menurun. Jika sudah mengetahui faktor risiko, masuk ke langkah preventing yaitu dengan cara menerapkan pola hidup sehat. Langkah ketiga yaitu tahap perawatan.

" Jika memang ada anggota keluarga yang mengidap diabetes, anggota lainnya harus empati. Benahi gaya hidupnya, ajak dia supaya sembuh. Jenis makanan tidak perlu dibedakan, tapi bantu dia untuk mengatur porsi dan jadwal makan," tuturnya.

Laporan: Michelle Rachel Evangelista Maramis

2 dari 6 halaman

Jangan Sepelekan Kesemutan, Bisa Jadi Gejala Diabetes

Dream - Keluhan kesemutan biasanya muncul setelah duduk atau dalam posisi yang lama tak bergerak. Pada beberapa orang kondisi ini seringkali muncul, bahkan kadang disertai rasa sakit yang hebat.

Jika kondisinya demikian, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter penyakit dalam atau dokter syarah. Gejala kesemutan merupakan salah satu keluhan yang muncul pada penyakit neuropati diabetes.

" Kebas, kesemutan, rasa terbakar dan sakit merupakan gejala neuropati. Maka dari itu, penderita neuropati kemungkinan tidak akan merasa sakit walaupun salah satu area tubuh terkena benda tajam dan terluka. Penyakit tersebut dipicu oleh kondisi diabetes yang cukup lama dan kadar gula tidak terkontrol," ujar Mardi Santoso, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) dalam acara 'P&G Health: Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Neuropati di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 18 November 2019.

 

3 dari 6 halaman

Diabetes Melemahkan Dinding Pembuluh Darah

Hal ini karena kadar gula tubuh yang tinggi pada penderita diabetes dalam kurun waktu lama, akan melemahkan dinding pembuluh darah dan merusak sel saraf. Itulah sebabnya penderita diabetes berisiko tinggi terkena kerusakan saraf atau neuropati perifier.

Terapi© Shutterstock

Menurut Data International Federation (IDF) pada 2017, neuropati diderita 50 persen pengidap diabetes. Jika tidak segera ditangani, bisa mencapai tahap krusial. Sehingga kelainan saraf semakin sulit untuk pulih kembali.

 

4 dari 6 halaman

Konsumsi Asupan Vitamin B

Untuk menangani gejala neuropati, penting untuk perlu mengonsumsi vitamin neurotropik, B1, B6 serta B12 secara rutin. Ketiga vitamin tersebut telah teruji klinis dapat mengurangi gejala neuropati hingga 66 persen pada penderita diabetes.

Rutin Konsumsi Vitamin B12 untuk Menjaga Level Kesuburan© MEN

Fakta penting yang juga harus diketahui, terapi obat metformin untuk penderita diabetes dapat menghambat penyerapan B12. Untuk itu pasien diabetes perlu mendapat asupan vitamin B lebih banyak. Selain itu, tentu saja diperlukan perubahan pola hidup, olaraga rutin serta dukungan dari lingkungan sekitar agar bisa hidup lebih sehat.

5 dari 6 halaman

3 Hal yang Sering Jadi Tanda Awal Diabetes

Dream - Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang mudah menyerang seseorang. Penyakit ini juga sangat sulit disembuhkan.

Meski terkesan lebih ringan daripada penyakit jantung atau strok, diabetes juga dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, ada baiknya mengenali tanda awal diabetes agar bisa mencegah lebih dini.

Berikut tiga tanda awal diabetes yang diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani.

Menurut Dwi Oktavia, tanda klasiknya adalah 3P. Pertama, polifagi. Tanda ini muncul dalam bentuk rasa lapar sehingga seseorang akan makan terus.

Ke dua adalah polidipsi, yaitu terus merasa haus, sehingga sering minum. Ke tiga, " Poliuri, dia pipis terus, terutama malam hari."

shutterstock© shutterstock.com

Jika sudah mengalami tiga gejala tersebut, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter agar bisa mengetahui penyebabnya.

" Periksa dan pastikan. Karena ada penyakit yang gejalanya menyerupai," tambah Dwi Oktavia.

Gejala lain yang kerap muncul adalah perubahan berat badan secara drastis, luka yang sulit sembuh, dan hipotensi pada laki-laki.

" Perubahan berat badan drastis, baik turun atau naik. Di jangka panjang, ada luka yang tidak sembuh-sembuh dan hipotensi pada laki-laki," jelasnya.

shutterstock© shutterstock.com

6 dari 6 halaman

Perhatikan Kondisi Tubuh

Seseorang disarankan mulai memperhatikan kondisi tubuh ketika masih merasa lapar setelah makan tiga kali sehari dengan dua kali selingan. Atau masih merasa lapar atau haus ketika sudah mengonsumsi panganan dengan porsi biasanya.

" Biasanya, orang cenderung akan bangun tidur di malam hari untuk buang air kecil. Bisa tiga hingga empat kali ke kamar mandi. Karena kalau siang hari aktivitasnya banyak, jadi nggak terlalu perhatian. Di malam hari kan, akan terbangun," pungkasnya.

shutterstock© shutterstock.com

Beri Komentar