Dream - Asupan kalsium dalam tubuh sangat berperan besar untuk mencegah seseorang menderita osteoporosis. Selain dapat diperoleh dari hewan, kalsium juga bisa diperoleh dari sumber nabati yakni sejumlah sayur, buah dan kacang-kacangan.
Susu sebagai salah satu sumber kalsium diyakini mampu memperkuat dan memadatkan tulang. Selain susu hewani, kini banyak juga orang yang memilih mengkonsumsi susu nabati salah satunya berupa susu kedelai.
" Susu nabati memang baik, tapi kandungan kalsium komposisi tinggi lebih banyak ditemui pada susu hewani. Selain itu ada kalsium pada susu hewani yang memiliki tingkat penyerapan lebih tinggi dibandingkan tingkat penyerapan kalsium lainnya," ujar pakar osteoporosis, dr Grace Tumbelaka, SpKO saat ditemui Dream.co.id beberapa saat lalu di Jakarta.
Dr Grace menyebut proses penghambatan osteoporosis dapat dilakukan sebelum seseorang memasuki usia 30 tahun. Meskipun umumnya seseorang rentan mengidap osteoporosis di usia lebih dari 50 tahun dan tidak menutup kemungkinan kepadatan tulang manusia akan berkurang 1% setiap tahunnya setelah usia 30 tahun.
" Gaya hidup yang kontra seperti merokok, minum alkohol, kafein, soda melebihi batas yang dianjurkan bisa mengurangi kalsium dalam tulang. Jadi bukan tidak mungkin bagi seseorang yang belum memasuki usia manopouse telah mengalami pengeroposan tulang dan biasanya juga dipengaruhi gangguan hormonal," kata dr Grace lagi.
Meski bukan penyakit keturunan, namun osteoporosis sangat dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Olahraga dan pola makan sehat merupakan salah satu kunci agar memiliki tulang kuat dan padat. (ism)
Advertisement
Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara



Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Cara Berhenti Minum Minuman Manis dalam 14 Hari, Ikuti Langkah Sederhana Ini

PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau