Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Tasya Kamila
Dream - Artis Tasya Kamila begitu konsen dengan perawatan tubuhnya. Ia bahkan tidak sembarangan memilih produk kecantikan yang digunakan.
" Seram kalau kita memilih kosmetik belum terjamin BPOM dan sertifikasi MUI. Karena kalau mengandung mercury berbahaya," kata Tasya Kamila di Peluncuran Marina Halal itu Sehat di Hotel Atlet, Jakarta Selatan, Selasa 3 Mei 2016.
Diakui Gadis 23 tahun ini, ia sempat berkonsultasi ke dokter jika produk kecantikan yang terdapat mercury akan membahayakan. Dokter memberikan informasi, mercury sangat berbahaya, apalagi bila digunakan dalam keadaan hamil.
" Aku konsul juga tadi sama dokter itu pasiennya dokter, ada anaknya terkena autis karena orangtuanya menggunakan produk mercury saat mengandung dan menyusui. Jadi berpengaruh next generation. Aku nggak mau mengambil risiko," ucapnya
Alasan itulah yang membuat Tasya lebih memilih produk dengan kualitas bagus. Ditambah adanya bersertifikasi halal dan disahkan oleh MUI.
" Makannya aku tidak mau ambil risiko, pilih yang instan tapi berbahaya. Gunakan produk yang aman dan bersertifikasi halal," tuturnya.
Tasya pun memperingatkan kepada wanita untuk tidak menggunakan produk sembarangan. Hanya karena instan lalu digunakan tanpa mengetahui produk itu bagus atau tidak.
" Perempuan Indonesia syaratnya satu. Mau putih atau apapun gunakan produk yang bagus dan sertifikasi halal. Cantik itu bukan putih atau gimana. Yang penting mau sehat kulit yang cantik yang sehat," kata wanita kelahiran 22 November 1992. (Ism)