Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jemaah Haji Indonesia (Liputan6.com/ Nurmayanti)
Dream - Sebanyak 32 kelompok terbang jemaah haji Indonesia gelombang II menikmati fasilitas Eyab di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah. Dalam bahasa Indonesia, Eyab berarti pulang. Fasilitas ini disediakan untuk jemaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air.
"Alhamdulillah jemaah haji Indonesia pada masa pemulangan gelombang II di Madinah mendapatkan kehormatan untuk menerima fasilitas Eyab," kata Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, dikutip dari kemenag.go.id, Rabu 28 Agustus 2019.
Eyab di Madinah, kata Jauhari, terasa lebih spesial karena hanya diberikan pada 32 kloter jemaah haji Indonesia, tidak seperti Eyab di Jeddah yang juga diberikan pada jemaah haji asal Malaysia dan India.
Menurut Jauhari, 32 kloter yang mendapat fasilitas Eyab di Bandara Madinah itu 19 kloter berasal dari embarkasi Jawa Barat (JKS) dan 13 kloter asal embarkasi Surabaya (SUB) dengan jumlah 13.533 jemaah. Mereka bakal diberangkatkan dalam rentang tanggal 4 hingga 14 September 2019 dengan rata-rata pemberangkatan antara 2 hingga 4 kloter perharinya.
Jauhari menjelaskan, dengan fasilitas Eyab, nantinya bagasi jemaah yang sudah ditempeli QR Card dikirim ke bandara 24 jam sebelum keberangkatan. Jemaah diupayakan sudah tiba di bandara tiga hingga empat jam sebelum keberangkatan.
Jemaah yang sudah datang ke bandara akan masuk ke Paviliun 5 dan langsung diarahkan ke Gate Haji untuk diperiksa. Setelah itu masuk ke lounge Eyab yang terletak di ruang tunggu internasional sampai menunggu panggilan masuk ke pesawat.
"Sebenarnya yang membedakan antara jemaah yang menikmati fasilitas Eyab dan yang tidak, adalah proses menunggu jemaah dibuat senyaman mungkin saat menunggu proses imigrasi," imbuh dia.
Menurut Jauhari, perbedaan waktu yang dirasakan oleh jemaah yang menikmati fasilitas Eyab dan non-Eyab sebenarnya tidak terlalu signifikan. Perbedaannya hanya terdapat pada fasilitas seperti ruang tunggu yang nyaman dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

