Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Wukuf Di Arafah
Dream - Jemaah haji pekan depan akan menjalani ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Persiapan fisik penting dilakukan agar ibadah bisa berjalan dengan baik.
Kepala Seksi Kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, M. Imran, mengatakan ada persiapan khusus untuk jemaah haji jelang Armina. Pesan ini untuk mengantisipasi kondisi jemaah yang punya tingkat kerawanan penyakit tinggi.
Ia meminta jemaah yang memiliki riwayat penyakit seperti jantung, diabetes, asma serta penyakit lainnya melakukan istirahat yang cukup. Selalu konsumsi makanan tepat waktu dan rajin memeriksakan kesehatan ke dokter pendamping.
" Selalu gunakan alat pelindung diri ketika berada di luar ruangan," kata Imran, di Mekah, Selasa, 14 Agustus 2018.
Alat pelindung diri (APD) ini antara lain payung, alas kaki, masker, botol penyemprot berisi air. Hingga hari ini, sebanyak 167 jemaah haji masih dirawat di KKHI Mekah dan 108 jemaah lain dirawat ke Rumah Sakit Arab Saudi. Imran menyebut jemaah yang dirawat umumnya mengalami cardiovascular disease.
Imran membantah banyaknya jemaah yang berpenyakit jantung akut itu karena bawaan dari Tanah Air. Jemaah yang berpenyakit jantung di Tanah Suci karena meningkatnya aktivitas tubuh.
" Usianya yang lanjut karena kelelahan yang menjadi beban. Proses adaptasi berusia lanjut itu terbatas," ujar dia.
Imran menjelaskan peningkatan kapasitas beban jantung dan aktivitas yang berat pada paru-paru jadi kondisinya akut.