Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mervat Soliman (onislam.net)
Dream - Mervat Soliman, 53 tahun, berusaha keras mempertahankan hijabnya dalam kehidupan sehari-hari di New York, Amerika Serikat. Sampai suatu hari, kesabarannya benar-benar diuji.
Soliman mengaku telah dipaksa melepas hijabnya oleh kepolisian New York untuk kepentingan pelengkapan dokumen. Polisi mewajibkan muslimah ini melepas hijabnya untuk berfoto.
"Saya merasa seperti orang yang ditelanjangi," kata Soliman kepada Daily News, dikutip Dream dari onislam.net, Jumat, 18 September 2015.
Muslimah kelahiran Mesir itu mengungkapkan perasaannya setelah dipaksa untuk melepas hijab oleh polisi NYPD Januari lalu. Atas perlakuan itu, dia mengajukan gugatan ke pengadilan.
Soliman ditangkap oleh polisi awal tahun ini setelah terlibat perselisihan dengan tetangga atas tempat parkir di luar rumahnya di Glendale, California.
Dalam tuntutan setebal 25 halaman yang diajukan di Pengadilan Federal Brooklyn, Soliman dipukul tetangganya dan disebut 'teroris'.
Ketika tiba di tempat kejadian, polisi menangkap dan melepas hijabnya saat dia dimasukkan ke ambulan.
Soliman kemudian meminta hijabnya dikembalikan, namun ditolak polisi dan sebagai gantinya, perawat di ambulan memberinya sarung bantal untuk menutupi kepalanya.
"Ini adalah Amerika, kami tidak peduli," kata seorang perwira saat Soliman menyatakan keberatan diambil fotonya tanpa hijabnya.
NYPD juga menolak permohonannya agar proses pengambilan foto itu dilakukan oleh polisi wanita di ruang tertutup.
"Sebaliknya, foto Soliman diambil di depan mata beberapa petugas dan staf laki-laki," kata tuntutan tersebut.
Sementara itu, juru bicara Departemen Hukum kota New York mengatakan, "Gugatan ini akan ditinjau ulang".
Sengketa yang kurang lebih sama tentang tempat parkir di North Carolina bahkan berakhir dengan pembunuhan brutal terhadap tiga pemuda muslim Februari lalu.
Deah Shaddy Barakat, 23, istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha, 21, dan adiknya Razan Muhammad Abu-Salha, 19, ditemukan tewas di sebuah kompleks kondominium di luar kampus di Chapel Hill.
Pria bersenjata, yang diidentifikasi sebagai Craig Stephen Hicks, 46, dilaporkan menyerahkan diri ke polisi setelah membunuh tiga tetangga muslimnya itu.
Sejak serangan teror ke Menara Kembar WTC di New York pada 11 September 2001 silam, muslim Amerika, yang diperkirakan berjumlah antara 6 sampai 7 juta jiwa, sering mengalami pelecehan hak-hak sipil.
Sebuah jajak pendapat yang diterbitkan oleh Economist dan YouGov menemukan bahwa sebanyak 73 persen warga Amerika yakin muslim Amerika sering menjadi korban diskriminasi.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya