Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Muslim Beijing Salat Id Di Masjid Niujie (www.ebeijing.gov.cn)
Dream - Masjid Niujie. Inilah masjid tertua di Beijing, China. Setiap Idul Fitri, masjid yang terletak di Distrik Xicheng ini selalu ramai dikunjungi umat muslim untuk melaksanakan salat Id.
Penduduk Beijing yang beragama Islam, baik pria, wanita, anak-anak, maupun orang dewasa, kecuali yang berhalangan, tak mau melewatkan salat Id di masjid ini. Mereka merasa bangga bisa menunaikan salat Id di masjid legendaris mereka.
Setiap akhir Ramadan, muslim Beijing memang selalu memulai aktivitas lebih awal. Sejak subuh, mereka sudah mandi. Mengenakan baju terbaik dan wewangian, mereka berduyun-duyun ke masjid ini.

Gerbang Masjid Niujie. Sumber: www.ebeijing.gov.cn
Sejak pagi, umat muslim sudah berjubel di gerbang Masjid Niujie. Mereka mengantre untuk bisa masuk ke dalam masjid berukuran enam ratus meter persegi ini. Tertib. Kaum perempuan menenteng mukena, yang pria mengenakan peci putih di kepala.
Di dalam, jamaah pun berjubel. Sehingga, masjid yang berukuran enam ratus meter persegi ini tak lagi mampu menampung jamaah. Akibatnya, umat muslim harus melaksanakan salat di halaman masjid ini.
Saking penuhnya masjid ini, beberapa di antaranya ada yang tidak kebagian tempat. Tahun lalu, sekitar 2.500 muslim salat Id di masjid terbesar di Beijing dengan sejarah panjang tersebut.

Jamaah Masjid Niujie berjubel. Sumber: www.ebeijing.gov.cn
Masjid Niujie memang seolah menjadi masjid keramat bagi muslim Beijing. Cikal bakal masjid ini dibangun tahun 996 oleh Nasruddin, putra ulama Arab yang datang ke China untuk berdakwah saat kekuasaan Dinasti Song. Masjid ini direnovasi besar-besaran pada 1442. Kemudian pada 1949 masjid ini kembali didekor dan dicat ulang.
Jangan dibayangkan seperti masjid di Timur Tengah maupun di Indonesia yang pada umumnya berkubah. Kalau baru datang sekali, mungkin masjid ini akan dikira kelenteng, atau setidaknya rumah warga biasa.

Masjid Niujie. Sumber: Wikipedia
Bangunan Masjid Niujie ini simetris. Bangunan utama, termasuk menara, dibangun dengan gaya China. Demikian pula dengan arsitektur tempat salat dan ornamen-ornamen, sangat kental gaya setempat. Kaligrafi-kaligrafi tergores indah di dinding dan tiang masjid yang didominasi warga merah mencolok, khas budaya China.

Masjid Niujie. Sumber: www.ebeijing.gov.cn
Masjid ini juga penuh dengan peninggalan sejarah. Lihat saja, tugu peringatan tempat menuliskan prasasti yang dibangun zaman Dinasti Ming [1368-1644] masih tegak berdiri. Demikian juga pelat tembaga dari masa Dinasti Qing [1644-1911], masih terawat dengan baik di masjid ini.
Dari dulu, masjid ini memang telah ramai digunakan oleh umat muslim di Beijing. Namun, sekarang tempat ibadah itu tak seluas dulu. Sekarang di sekitar masjid ini sudah berjubel rumah-rumah warga. (Ism, Dari berbagai sumber)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya