Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Melihat Pemandangan Matahari Terbenam Di Laut Mati (beirutblog.wordpress.com)
Dream - Setiap mendengar kata Laut Mati selalu terbayang tentang keajaibannya. Disebutkan, bila orang berenang di Laut Mati, dia akan mengapung dan tidak akan bisa tenggelam. Menurut penelitian yang sudah-sudah, Laut Mati diklaim memiliki kadar garam sangat tinggi.
Selain Laut Mati, tempat wisata terkenal lainnya di Yordania adalah Petra, sebuah situs arkeologi berbentuk istana yang dipahat pada dinding batu. Laut Mati sebenarnya bukan laut tapi sebuah danau air asin besar yang dikelilingi Wadi Araba di bagian selatan, Lembah Yordan yang subur di bagian utara dan gunung Moab serta Judea di bagian barat dan timur.
Sejumlah sungai, termasuk sungai Yordan, mengalir ke Laut Mati. Begitu sampai di Laut Mati, mereka akan 'terkunci' di sana dan tidak mengalir ke mana-mana sehingga menguap dan menghasilkan garam dan mineral yang memasok industri dan pertanian di sekitarnya.
Laut Mati menjadi tujuan wisata yang terkenal karena diklaim bisa membuat orang terapung ketika berenang di dalamnya. Bahkan, konon, kadar garam dalam Laut Mati ini tidak berbahaya dan malah memiliki sifat terapeutik.
Garam yang terkandung dalam Laut Mati termasuk agnesium dan kalium bromida, yang jumlahnya mencapai 13 persen dari komposisi ion yang ada di permukaan air Laut Mati. Kedua kandungan garam tinggi itulah yang bertanggung jawab terhadap keajaiban Laut Mati.
Karena kandungan garamnya yang tinggi pula, ikan tidak bisa hidup di Laut Mati.
Pemerintah Yordania sedang mengkaji ulang proyek Red Sea-Dead Sea. Proyek tersebut akan menampung hasil penguapan air Laut Mati untuk industri.
Selama beberapa dekade, Laut Mati dianggap tidak berguna. Kemudian seseorang datang dengan sebuah ide untuk mencoba dan mengambil manfaatnya berupa mineral dari air.
Sejak itu, banyak tambang-tambang didirikan untuk menggali sejumlah besar kalium klorida dan bahan kimia lainnya dari Laut Mati. Karena kalium klorida adalah pupuk yang berharga, Laut Mati secara tidak langsung telah menjadi sumber kehidupan yang penting.
Laut Mati juga menjadi tempat ditemukannya naskah kuno yang terkenal yang konon pertama kali ditemukan oleh seorang gembala di Qumran pada tahun 1947 dan kini disimpan di museum Yerusalem.
Uniknya, Laut Mati memiliki ketinggian 1296 kaki atau 400 meter di bawah permukaan laut, menjadi tempat terendah di bumi.
(Ism, Sumber: Arabnews)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya