Misteri Danau `Dendam Tak Sudah` di Bengkulu

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 13 Agustus 2015 17:16
Misteri Danau `Dendam Tak Sudah` di Bengkulu
Menurut penduduk setempat ada dua kisah yang dipercaya menjadi latar belakang penamaan danau ini.

Dream - 'Dendam Tak Sudah', mendengar nama danau ini mungkin akan menggelitik rasa ingin tahu Anda. Dendam tak sudah adalah sebuah danau yang terletak di Bengkulu. Di balik namanya yang unik, danau ini ternyata memiliki keindahan tersendiri.

Memiliki luas sekitar 37,50 hektar, danau ini berada di Kota Curup, Bengkulu Utara, kurang lebih 6 km dari pusat Kota Bengkulu. Danau DendamTak Sudah menyuguhkan panorama alam yang menawan, dikelilingi bukit-bukit hijau yang menjadi kawasan cagar alam Bengkulu.

Danau ini menjadi habitat bagi beberapa jenis ikan langka. Tak hanya itu, kawasan cagar alam di sekitar danau ini juga merupakan habitat utama bagi tumbuhan-tumbuhan endemik langka yang nyaris tak tumbuh di bagian lain Indonesia, seperti anggrek pensil.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata RI, Wonderful Indonesia, kini keberadaan Danau Dendam Tak Sudah mulai banyak dilirik wisatawan. Selain karena keindahannya, kebanyakan pengunjung datang ke tempat ini lantaran tertarik sekaligus penasaran dengan keunikan namanya.

Perihal nama yang tidak biasa tersebut, ternyata menurut penduduk setempat ada dua kisah yang dipercaya menjadi latar belakang penamaan danau ini.

Versi pertama menyebutkan, nama Dendam Tak Sudah berasal dari sebuah legenda. Konon, dahulu ada sepasang kekasih yang kasihnya tak kesampaian sebab tidak direstui orangtua.

Pasangan kekasih yang dimabuk asmara itu kemudian dikisahkan bunuh diri dengan melompat ke danau. Danau tempat keduanya bunuh diri kemudian dinamakan Danau Dendam Tak Sudah.

Sementara versi lainnya mengatakan, nama Dendam Tak Sudah berlatar sejarah di mana Belanda yang saat itu menduduki Indonesia memutuskan membuat dam (bendungan) di danau ini. Tujuannya adalah agar air danau tidak mudah meluap sehingga mempermudah pembangunan jalan di sekitar danau.

Akan tetapi, dalam realisasinya, pembangunan dam tersebut terhenti dan tidak pernah selesai. Sejak saat itu, mereka menyebutnya 'Dam Tak Sudah'. Namun entah bagaimana awalnya 'Dam Tak Sudah' berubah menjadi 'Dendam Tak Sudah' dan berlaku hingga kini. (Ism) 

Beri Komentar