Petra, Misteri Kota Batu yang Pernah Hilang Ribuan Tahun

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 9 September 2015 14:16
Petra, Misteri Kota Batu yang Pernah Hilang Ribuan Tahun
The Lost City, julukan ini kerap diberikan pada Petra. Sebuah situs bersejarah yang sejak tahun 2007 dinobatkan sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia.

Dream - The Lost City, julukan ini kerap diberikan pada Petra. Sebuah situs bersejarah yang sejak tahun 2007 dinobatkan sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia. Tak ayal situs ini banyak dikunjungi wisatawan yang kagum akan kemegahannya.

Petra berada di wilayah Amman, Yordania. Situs ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan khusus yang biasanya disediakan di terminal bus Amman.

Untuk masuk ke kawasan Petra, turis yang datang diwajibkan membayar tiket seharga 50 JD atau kurang lebih Rp 700 ribu. Harga yang terbilang mahal, namun layak untuk tempat bersejarah sekelas Petra.

Dengan tiket tersebut, para pengunjung berhak menunggang kuda hingga gerbang utama menuju Petra Treasury yang merupakan salah satu bangunan utama di lokasi tersebut.

Petra adalah sebuah kota batu (Petra berarti 'batu') yang pernah hilang selama ribuan tahun. Karena itu pula kota ini disebut sebagai The Lost City. Saat memasuki kawasan Petra Anda akan akan melihat jejeran bangunan megah yang dibuat dan dipahat dari batu-batu berukuran raksasa.

Entah bagaimana orang-orang pada masa itu membangun dan memahat kota ini hingga menjadi kota yang apik nan megah. Di sini pengunjung akan diajak untuk memasuki lorong sempit yang panjangnya sekitar 1 kilometer.

Berjalan pelan-pelan di antara bongkahan batu-batu besar di sisi kiri dan kanan hingga tiba di tempat bangunan utama berada, yakni Petra Treasury. Sebuah bangunan cantik bak istana dengan seluruh dindingnya berwarna kemerah-merahan.

Di kawasan Petra terdapat pula makam para raja, reruntuhan gedung teater yang diperkirakan mampu menampung hingga 4 ribu penonton, taman-taman dan fasilitas publik lainnya.

Sejarah mencatat, dahulu Petra adalah ibukota Kerajaan Nabatean yang didirikan Raja Aretas IV pada 9 - 40 SM. Kala itu, Petra dikenal sebagai kota yang sulit ditembus musuh. Selain itu, letaknya di Lembah Wadi Araba membuat kota ini terhindar dari badai pasir.

Meski hidup di zaman kuno, masyarakat Petra terbukti telah memiliki peradaban dan pengetahuan tinggi. Hal itu terlihat dari peninggalan sistem pengairan kota yang sudah menggunakan teknologi pompa hidrolik.

Sayangnya, begitu Romawi menguasai Petra di tahun 106 M (setelah Perang Salib), kota ini perlahan menghilang. Sampai kemudian ditemukan oleh penjelajah asal Swiss, Johan Burckhardt pada tahun 1812, yang kala itu menyamar sebagai muslim. Diperkirakan, kota ini telah terkubur lebih dari 500 tahun.

Di samping kisah penemuannya yang membuat takjub, Petra juga tak luput dari jejak sejarah Islam. Petra terletak di antara gunung-gunung, salah satu yang tertinggi adalah Jabal Harun atau Gunung Harun.

Konon, di sanalah Nabi Harun AS dimakamkan oleh saudaranya, Nabi Musa AS. Kini, di Jabal Harun berdiri megah sebuah masjid dengan kubah putih yang ramai dikunjungi oleh wisatawan muslim dari berbagai penjuru dunia.

(Berbagai sumber)

 

 

Beri Komentar
Steve Emmanuel Divonis 9 Tahun Penjara