5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Museum Vatikan (en.wikipedia.org)
Dream - Pariwisata Indonesia terus unjuk gigi di kancah dunia. Salah satu buktinya, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Vatikan membangun ruang koleksi khusus Indonesia di Museum Vatikan.
Upaya realisasi itu dibahas Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, saat berkunjung ke Vatikan baru-baru ini untuk sebuah pertemuan dengan President of the Vatican City State, Cardinal Giuseooe Bertello.
Ide awalnya ruang koleksi Indonesia di Museum Vatikan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2011. Namun programnya baru dapat direalisasikan tahun 2012 melalui revitalisasi dan pembukaan permanent display relief Candi Borobudur.
Kerja sama tersebut berlanjut tahun 2014 dengan penyelenggaraan pameran sementara bertema Indonesia: “ Land of Harmony“ yang menampilkan konsep pluralisme Indonesia, mirip motto “ Bhinneka Tunggal Ika”.
Pengembangan ruang koleksi permanen Indonesia tersebut diusulkan oleh KBRI kepada Vatikan dan mendapatkan dukungan penuh oleh Kementerian Pariwisata Indonesia. Kunjungan Menteri Arief Yahya juga bertujuan untuk melihat langsung ruang koleksi Indonesia serta membahas rencana pembangunan selanjutnya.
Indonesia mendapat ruangan pameran seluas 292 meter persegi untuk menampilkan koleksi budaya dan sosial dari seluruh Nusantara.
Di ruang tersebut Indonesia akan menampilkan berbagai koleksi sesuai dengan motto Indonesia yaitu: Bhinneka Tunggal Ika. Ruang pameran tersebut paling luas dibandingkan dengan negara lain seperti Australia dan India.
Diharapkan ruang koleksi tersebut dapat mengenalkan pengunjung Museum Vatikan dari seluruh dunia bahwa Indonesia adalah negara plural di Asia Tenggara dengan keharmonisan masyarakatnya dalam keberagaman tradisi, budaya dan agama.
Ruang Indonesia akan memperlihatkan kepada dunia bagaimana pluralisme di Nusantara. Rencananya ruang koleksi permanen juga dilengkapi dengan Indonesian Garden yang memamerkan patung badak bercula satu dari perunggu, di mana habitat yang tersisa satu-satunya berada di Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa Bagian Barat.
Untuk diketahui, Museum Vatikan sendiri merupakan salah satu museum terbaik di dunia selain Museum Smithsonian di Washington DC dan Museum Louvre di Paris.
Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke museum ini mencapai 6 juta orang per tahun. Museum ini selalu ramai pengunjung, bahkan bisa mencapai lebih dari 10 ribu orang setiap harinya.
(Sumber: Situs Kemenpar RI, Indonesia.travel)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil