Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Foto: DKM Masjid Nurul Falah Bersama Ikatan Remana Masjid Nurul Falah Krukut
Dream - Ragam cara dilakukan untuk terus mendorong serta membangkitkan kembali ekonomi masyarakat di tengah pandemi yang masih belum usai.
Seperti yang dilakukan DKM Masjid Nurul Falah bersama Ikatan Remana Masjid Nurul Falah Krukut dalam membangun kewirausahaan yang diberi nama Amanah (Angkringan Masjid Nurul Falah dan Nurul Falah Shop) yang menjual aneka fashion muslim di kawasan Depok.
" Tidak hanya program kewirausahaan, Masjid Nurul Falah juga mempunyai Program sosial Baitulmaal Nurul Falah yaitu menerima dan menyalurkan ZISWAF, dan program pendidikan,” ungkap Ust. Syahroni S.Ag yang juga Ketua DKM Masjid Nurul Falah, pada Kamis, 18 Februari 2021.
Sebagaimana kita tahu bahwa banyak bentuk aktivitas muamalah yang bersifat sosial seperti pembagian zakat, penyembelihan qurban, pernikahan, dan sebagainya dapat dilaksanakan di masjid.
Untuk itu, Amanah hadir guna membangun kekuatan ekonomi umat.

Dalam launching tersebut, turut hadir Ketua JAWARA (Jaringan Wirausaha) Depok Ubaidillah Saleh, jamaah masjid Nurul Falah dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Tak lupa juga warga sekitar Masjid Nurul Falah silih berganti menghadiri peluncuran Amanah.
“ Saya berdoa agar angkringan ini ramai dan juga mampu membangkitkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda dan masyarakat di sekitar Masjid Nurul Falah menjadi inspirasi masjid-masjid lain dalam menggerakan ekonomi umat serta membangkitkan semangat kewirausahaan di kalangan anak-anak muda," jelasnya.
Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan fungsi masjid sesungguhnya tidak sekadar sebagai tempat ibadah. Lebih dari itu, masjid dalam sejarah umat Islam menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan.
" Masjid berfungsi tidak saja sebagai institusi spiritual tetapi jauh lebih daripada itu. Masjid juga merupakan institusi pendidikan, sosial, pemerintahan, dan bahkan administrasi," ujar Ma'ruf, dikutip dari laman Wakil Presiden Republik Indonesia.
Dengan peran masjid yang begitu sentral, Ma'ruf mengungkapkan peradaban Islam dibangun. Kemudian mengalami perkembangan yang besar seiring berjalannya waktu.
" Pada akhirnya kemajuan peradaban berkembang mewarnai kehidupan masyarakat," kata dia.
Ma'ruf juga mengatakan sepanjang peradaban Islam, masjid selalu berperan dalam denyut aktivitas umat. Terutama dalam pembangunan pemikiran dan budaya.
" Masjid menjadi saksi persinggungan berbagai kebudayaan, saksi pergantian pemerintahan dan menjadi saksi perubahan zaman," ucap Ma'ruf.
Ma'ruf mencontohkan keberhasilan Rasulullah Muhammad SAW dalam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan spritual, pemikiran, aktivitas kemasyarakatan. Upaya Rasulullah kemudian berkembang membentuk budaya dan peradaban dengan sentralnya pada Masjid Nabawi.
" Rasulullah SAW berhasil mengubah masyarakat Arab jahiliyah menjadi masyarakat yang terbaik (Khaira Ummah). Beliau juga berhasil mengubah kampung kecil bernama Yatsrib yang tidak dikenal dan tidak masuk dalam peta menjadi Madinatul Munawaroh yaitu pusat peradaban yang gemanya sampai keseluruh dunia, termasuk sampai ke negara kita," ucap dia.
Dalam konteks Indonesia, sejumlah pondok pesantren yang berdiri hingga saat ini dibangun dengan masjid sebagai titik awalnya. Di masjid, para kiai mengajarkan ajaran Islam kepada santri-santrinya.
Karena semakin banyak masyarakat yang ingin belajar Islam, secara bertahap dibangunlah pondok-pondok tempat mereka menginap. Pada akhirnya, berdirilah sebuah pesantren tempat mencetak para ulama dan menjadi pusat pengembangan Islam.
" Di Indonesia banyak pondok pesantren yang bermula dari berdirinya sebuah masjid sebagai tempat para kiai mengajar," kata Ma'ruf.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
