Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Dian Sastrowardoyo (tengah)/Foto: Aminatuzzahro & Taufiq Hidayat
Dream - Meski penggunaan teknologi kian hari makin pesat, namun aktris ternama Indonesia Dian Paramita Sastrowardoyo atau yang beken dengan nama Dian Sastrowardoyo melihat peran wanita di bidang teknologi masih terbilang sangat kecil.
Terbukti ketika Boston Consulting Group (2020) melaporkan hanya ada sekitar 22% wanita yang bekerja di bidang teknologi.
Padahal di era digital yang meliputi bidang Sains, Teknologi, Engineering, Teknik, dan Matematika (STEM) memainkan peran penting dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Untuk itulah, Dian Sastrowardoyo bersemangat untuk mendorong para perempuan di Indonesia untuk cakap dengan teknologi.
Dalam acara peluncuran program Perempuan Inovasi 2023 di Ganara Art Space, Plaza Indonesia, pada Selasa, 22 Agustus 2023 kemarin, ibu dua anak ini mengungkapkan semangatnya sekaligus menjabarkan tantangan dalam menggerakkan Perempuan Inovasi 2023 ini.
Kurangnya model yang menjadi representasi kuat dalam bidang teknologi jadi tantangan utama yang dihadapai banyak perempuan. Selain itu, stereotip gender maupun stigma masyarakat mengenai kemampuan dan minat di bidang ini juga memengaruhi dalam pengembangan karir perempuan.
“ Pengaruh external terkadang membuat perempuan tidak mengenali potensi diri sendiri karena terlalu sibuk untuk membentuk dirinya sesuai dengan pandangan maupun ekspetasi banyak orang,” ujar Dian yang juga merupakan pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo.
Menurutnya, perempuan terlalu berfokus pada stigma masyarakat terkait dengan identitas perempuan itu sendiri, seperti stigma bahwa dunia perempuan hanya bisa melakukan pekerjaan yang ringan saja, sedangkan bidang teknologi adalah dunia laki-laki yang sangat membutuhkan logika.
Hal tersebut, lanjutnya, yang menjadi salah satu alasan mengapa kontribusi perempuan begitu minim di bidang teknologi.
Pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta ini juga mengatakan kalau perempuan harus bisa mengubah mindset bahwa teknologi bukan hanya untuk laki-laki, tetapi untuk kaum perempuan yang memiliki kesempatan sama menguasai bidang tersebut.
“ Ketika perempuan mendapatkan ruang untuk berinovasi, mereka tidak hanya mengubah diri mereka sendiri, tetapi mengubah dunia di sekitar mereka,” kata Dian.

Ia juga menuturkan para perempuan bisa mulai mengembangkan inovasi dengan menemukan hal yang disukai, tidak masalah jika sangat berbeda dengan stigma di masyarakat, karena perempuan bisa menentukan keunikanya masing-masing.
Melihat adanya kemampuan yang dimiliki perempuan soal itu, gerakan Inovasi Perempuan dihadirkan untuk membantu perempuan muda Indonesia mewujudkan potensinya melalui berbagai program pelatihan.
Hal ini juga sesuai dengan kebutuhan talenta digital di Indonesia menurut Bank Dunia (2019) yaitu sebesar 9 juta orang pada 2030 mendatang.
Inovasi Perempuan merupakan ajakan bagi seluruh perempuan Indonesia untuk menjadi role model bagi generasi mendatang. Program ini bisa menjadi solusinya terkait isu teknologi dan gender yang sering kali menjadi hambatan dalam memaksimalkan kemampuan perempuan dalam bidang keahliannya.
Laporan: Aminatuzzahro & Taufiq Hidayat
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu