Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Foto: Fathia Uqimul Haq)
Dream - Menjalani sebuah perubahan tak semudah membalikan telapak tangan. Meski sudah bertahun-tahun mengenakan hijab, seorang Sahabat Dream yang curhat lewat #KataHati, Fathia Haq pernah perang dengan diri sendiri.
Dirinya sempat bertanya apaka dara kelahiran Bandung, 14 Februari 1995 ini bisa terus mengenakan hijab sampai akhir hayatnya?
Simak cerita lengkap Fathia Uqimul Haq tentang dirinya dan hijab yang dikenakannya berikut ini.
Ibu saya telah mengajarkan saya berhijab sejak sekolah dasar. Beruntungnya saya memiliki ibu sepertinya. Beliau memberikan saya pendidikan Islam sejak dini dan pentingnya berhijab. menjulurkan jilbab, kerudung, dan batas-batas aurat yang termaktub dalam Alquran.
Sedari Sekolah Dasar (SD) saya sudah diberikan pengetahuan dan pengertian oleh ibu. Apalagi ketika saya sudah mengalami masa baligh yang ditandai dengan haid. Ibu saya dengan sedikit paksaan menyuruh saya memakai kerudung jika keluar rumah.
Sejak saat itu, saya diwajibkan memakai kerudung walaupun hanya ke warung atau sekadar bermain di teras rumah.
Sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), kebetulan saya bersekolah yang berasrama, akhirnya mengerti bagaimana perempuan menjaga aurat.
Kita harus memakai kerudung sampai menutupi dada, baju tidak terawang dan ketat, juga memakai kaos kaki.
Lanjutlah saya ke bangku kuliah. Di mana ujian semakin berat. Kala itu tren hijab semakin menjadi, dan teman-teman saya dulu yang bersama di bangku SMP-SMA mengikuti tren tanpa mengindahkan syariat.
Saya bergumul, bertengkar dengan diri saya. Apakah saya bisa terus menjalankan apa yang Allah suruh?
Hingga saat ini saya masih mengikuti #KataHati saya bahwa berhijab bukan sekadar tren, mode, fashion semata.
Namun memakainya dengan ikhlas, niat karena Allah. Allah pun mencintai keindahan, sehingga sebagai muslimah kita wajib memerhatikan kebersihan dan keindahan dalam berhijab serta mengikuti mode saat ini tanpa menyalahi aturan yang Allah perintahkan.
Banyak cerita #KataHati seperti Fathia ini, apakah Sahabat Dream memiliki #KataHati saat memutuskan untuk berhijab?
Kirimkan cerita pengalaman pertama kali berhijab dengan tagar #KataHati ke komunitas@dream.co.id dengan memberikan foto berkualitas tinggi (high resolution) sekarang juga! Cerita kamu akan ditayangkan di Dream.co.id.
(Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan