Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
(Foto: Hittah Rizkyane Radhiyah)
Dream - Memberikan kado terindah untuk orang tua adalah impian semua anak. Tak perlu harga mahal dan barang mewah, perubahan tampilan dan sikap bisa menjadi hadiah terbaik bagi mereka.
Seperti yang dilakukan Sahabat Dream, Hittah Rizkyane Radhiyah. Putri asal Surabaya ini memberikan hadiah ulang tahun sang ayah dengan memutuskan berhijab.
Yuk simak ceritnya berikut ini.
" Assalamu'alaikum wr. wb.. perkenalkan nama saya Hittah Rizkyane Radhiyah, biasa dipanggil Hittah. Izinkan saya berbagi cerita #KataHati saat memutuskan untuk berhijab.
Secara pribadi sebenarnya niatan berhijab sudah ada sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP), sekitar kelas dua atau kelas tiga. Tapi baru resmi berhijab pada 2012, di mana saya duduk di bangku kelas tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan bertepatan dengan ulang tahun ayah.
Alasan saya berhijab saat itu bukan karena ikut tren hijab, tapi lebih mencari kenyamanan dalam berbusana.
Bisa dikatakan saya orang yang kurang percaya diri dalam berbusana. Bahkan alasan saya mengenakan hijab bertepatan dengan ulang tahun ayah adalah sebagai kado terbaik yang pernah saya berikan.
Harapannya bisa mengurangi beban dalam memerintahkan anak-anak perempuannya dalam berhijab.
Singkat cerita, ketika saya SMP sedang musim tren poni. Apalagi saya termasuk tipe kepala yang plontos kalau tidak menggunakan poni. Saya sering mendapat sindiran pedas dari teman-teman tidak modis dan acak-acakan. Berhubung saya bukan orang yang tidak peduli apa kata orang, saya hiraukan cacian mereka.
Hingga pada suatu saat, di mana momen lebaran kelas dua SMP memutuskan untuk mencoba berhijab dengan niat agar bisa lebih percaya diri dan belajar agar tidak merasa gerah atau sejenisnya.
Alhamdulillah, saya merasa nyaman saat pertama menggunakannya. Karena masih belajar, saya menggunakan hijab hanya saat bepergian saja atau biasa disebut sistem lepas-pakai.
Hingga saat masuk SMA saya meminta ibu untuk membelikan seragam berhijab. Ternyata ibu lupa, alhasil saya dibelikan seragam tidak berhijab. Mengingat beli seragam sekolah bukan harga yang murah, saya mencoba untuk mencari seragam sekolah dari kakak kelas. Itu pun baru saya dapatkan ketika saya kelas tiga SMA. Jadi dua tahun saya memendam keinginan berseragam hijab untuk sekolah.
Kelas tiga SMA banyak teman yang mendadak menggunakan hijab, sayangnya hal itu membuat saya ikut dianggap sebagai hijab musiman atau ikut-ikutan. Padahal saya memang dari dulu berminat untuk mengenakan hijab dari hati.
Mematahkan hal tersebut, saya berusaha untuk beristiqomah dalam berhijab hingga saat ini. Sebisa mungkin saya selalu menutup aurat dengan hijab di muka umum, mengingat saya sudah dikenal sebagai wanita berhijab.
Harapan berhijab yang sudah empat tahun ke belakang ini mengantarkan saya ke arah yang lebih baik lagi, mulai soal ibadah hingga kepribadian.
Saya bukan manusia yang sempurna dan masih butuh belajar untuk menjadi muslimah yang baik, jadi berharap keputusan baik itu mendapat dukungan positif dari lingkungan sekitar.
Sekian pengalaman saya saat memutuskan untuk berhijab, semoga menginspirasi dan membawa manfaat bagi kita semua. Wassalamu'alaikum, terima kasih dan salam kenal."
Banyak cerita #KataHati seperti Hittah ini, apakah Sahabat Dream memiliki #KataHati saat memutuskan untuk berhijab?
Kirimkan cerita pengalaman pertama kali berhijab dengan tagar #KataHati ke komunitas@dream.co.id dengan memberikan foto berkualitas tinggi (high resolution) sekarang juga! Cerita kamu akan ditayangkan di Dream.co.id.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan