Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sikap buruk anak bisa muncul kapan pun. Saat mereka tak mau membereskan mainannya. Tak mempedulikan peringatan, menyakiti teman, merusak mainan dan masih banyak lagi.
Dalam kondisi tersebut, sebagai orangtua tentu kita tak boleh diam saja. Anak harus diberi tahu mana yang boleh mana yang tidak boleh, mana yang baik dan mana yang buruk. Tapi seringkali cara yang kita lakukan salah saat memberi tahu.
Bukan malah mendisiplinkan dan berdampak positif padanya tapi justru memperburuk situasi. Anak tak belajar, dan kita hanya sekedar meluapkan emosi. Apa saja cara mendisplinkan yang salah dan sebaiknya dihindari?
Berteriak
Awalnya mungkin anak langsung mendengarkan dan mengikuti. Tapi lama kelamaan jika ia terus diteriaki maka menjadi 'imun' dan menganggapnya hal biasa. Saat memberi tahu anak dekatkan tubuh padanya, tatap mata, sejajarkan tubuh dan fokus. Cara ini lebih efektif.
Menceramahi
Demi memberitahu si kecil sebab akibat dari apa yang dilakukannya orangtua seringkali menganggap hanya cukup satu atau dua kali. Pemberitahuan ini 'sangat panjang" seperti menceramahi. Padahal anak butuh diberitahu berulang-ulang. Mencermahi hanya akan membuat perkataan yang diucapkan tak pernah didengarkannya.
Sumber: verywellfamily