Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wisata Halal Indonesia (Foto: Wonderful Indonesia)
Dream - Sektor wisata halal Indonesia terus berbenah dan bisa dibilang mengalami perkembangan sangat signifikan. Karena itu, bukan mustahil jika pada 2019 nanti Indonesia bisa menjadi 'kiblat' wisata halal dunia.
Bahkan Menteri Pariwisata Arief Yahya begitu meyakini hal tersebut bakal segera terealisasi. Menpar optimistis Indonesia akan menjadi kiblat pariwisata halal dunia pada 2019 mendatang.
" Tekad Indonesia besar untuk menjadi destinasi wisata halal nomor satu dunia," ujar Arief Yahya dikutip dari disbudpar.acehprov.go.id.
Arief menjelaskan, pariwisata halal saat ini tengah menjadi fokus Indonesia. Negeri ini sudah memiliki syarat 3S yang diperlukan untuk menjadi kiblat wisata halal dunia, yakni size, sustainable, dan spread.
Indonesia juga dalam tiga tahun terakhir mengalami kenaikan untuk wisata halal, yakni sekitar 15,5 persen. Data terakhir Kemenpar menyebutkan, total pengeluaran wisatawan muslim dunia 2014 lalu mencapai 142 miliar dollar AS. Sementara pertumbuhan halal tourism Indonesia mencapai 6,3 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan pariwisata dunia.
Kemudian, keuntungan halal tourism Indonesia juga cukup besar. Dilihat dari pengeluaran wisatawan mancanegara Arab Saudi yang rata-rata menghabiskan 1.750 dollar AS untuk satu kali kunjungan.
" Indonesia memiliki keragaman destinasi dan kekayaan budaya nusantara, ini menjadi modal bagi kita," jelas Arief.
Tingginya kesadaran masyarakat dan industri pariwisata nasional terhadap wisatawan muslim juga menjadi poin penting bagi Indonesia untuk unggul dari negara lain, kata Menpar.
Indonesia pun kini semakin dekat mencapai target 'kiblat wisata halal dunia'. Terbukti dari berbagai penghargaan wisata halal global yang diraih.
Dalam ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Abu Dhabi pada Desember mendatang, Indonesia juga akan kembali unjuk gigi di mata dunia. Provinsi Aceh dan Sumatera Barat dijagokan untuk meraih penghargaan destinasi halal terbaik dunia. Di samping itu, ESQ Tour Travel Jakarta juga disiapkan untuk mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya