Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

4 Masalah Perilaku Anak yang Tak Boleh Disepelekan

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 19 Januari 2021 14:04
4 Masalah Perilaku Anak yang Tak Boleh Disepelekan
Harus segera dikoreksi agar tak jadi kebiasaan buruk.

Dream - Mengabaikan perilaku buruk anak kerap dilakukan orangtua. Harapannya, seiring pertambahan usia anak akan mengerti kalau perilakunya buruk. Faktanya, dengan melakukan pembiaran, anak cenderung akan mengulangi perilaku buruknya lagi.

Penting diketahui, dalam konsep pengasuhan perilaku buruk anak tak boleh didiamkan. Harus ada koreksi dan intervensi tepat, agar tak menjadi bertambah parah di kemudian hari.

" Beberapa masalah perilaku yang sering dianggap sepele pada anak-anak, dampaknya bisa sangat signifikan dan harus diperbaiki secepatnya," ujar Amy Morin, seorang psikoterapis, dikutip dari VeryWell.

Ada empat perilaku buruk anak yang tak boleh dibiarkan. Harus segera dikoreksi agar anak tak mengulanginya lagi dan menjadi kebiasaan buruk. Apa saja?

Membesar-besarkan
Pada awalnya, anak bercerita soal mainan yang ada di rumah pada temannya. Ia bercerita kalau mainan tersebut sangat keren, bisa terbang, mahal dan tak yang memilikinya selain dia. Jika faktanya tak demikian, orangtua harus segera berbicara pada anak kalau itu bukan fakta dan tidak baik melakukannya.

Ketika anak terbiasa membuat dirinya terlihat lebih baik di mata orang lain, berbohong jadi hal biasa. Akhirnya, kebohongan bisa menjadi lebih buruk, dan pada akhirnya bisa menimbulkan masalah besar di rumah dan di sekolah," kata Morin.

 

1 dari 3 halaman

Pura-pura tak mendengar

Pura-pura tak mendengar © Dream

Anak sedang bermain game atau menonton televisi, tapi ia pura-pura tak mendengar peringatan dari ayah dan ibunya kalau waktu sudah habis. Ini bisa menjadi masalah karena anak mungkin mulai mengabaikan.

Jika dibiarkan, dapat menyebabkan anak tak hormat dan menjadi semakin menantang. Jadi, penting untuk melatih anak Anda untuk mendengarkan saat pertama kali orangtuanya memberi instruksi.

" Saat memberi arahan, berjalanlah ke anak. Letakkan tangan di bahunya, dan beri tahu dia apa yang perlu dia lakukan. Minta dia melihat Anda, dan tanggapi dengan tegas," pesan Morin.

 

2 dari 3 halaman

Melempar barang

Terkesan sepele, tapi anak-anak memang suka melempar barang karena ada kesenangan saat benda jatuh ke lantai menyebabkan bunyi. Terutama pada anak balita. Hal ini harus 'diperbaiki'.

Bila tak dikoreksi, anak mungkin saja menghancurkan benda berharga atau melukai orang lain. Kita tidak perlu menghentikannya untuk melempar benda, tetapi fokuslah untuk mengajarinya apa yang bisa dia lempar dan lokasi yang aman.

" Sediakan bola busa yang lembut dan ajak ke luar rumah atau di ruang bermain di mana tak terdapat benda pecah belah yang berbahaya," kata Morin.

 

3 dari 3 halaman

Selalu menginterupsi

Selalu menginterupsi © Dream

Dalam benak anak, hal yang perlu dia sampaikan kepada orangtuanya adalah yang terpenting di dunia. Anak tidak menyadari bahwa orang lain mungkin memiliki kebutuhan yang sama pentingnya dengan kebutuhannya.

Jadi, jangan bosan untuk terus mengingatkan si kecil agar berbicara bergantian. Hrus sabar menunggu giliran baru berbicara dan tak boleh memotong orang lain saat berbicara.

" Coba ciptakan sinyal yang ia kenali. Misalnya, letakkan tangan di pundaknya, itu menunjukkan bahwa kita menyadari bahwa dia membutuhkan kita, dan kita akan segera berbicara dengannya setelah urusan selesai," kata Morin.

Tunjukkan sinyal untuk mengingatkannya agar menyela dengan sopan, seperti menganggukkan kepala. Ketika anak ingat untuk mengenali sinyal-sinyal ini dan menunggu waktu yang tepat untuk berbicara, pujilah dia.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More