Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shutterstock.com
Dream – Mengompol merupakan suatu hal yang wajar dialami oleh anak-anak. Kebiasaan mengompol pada umumnya terjadi pada mereka yang masih balita hingga terkadang sampai awal anak masuk Sekolah Dasar (SD).
Kebiasaan mengompol harus bisa dikurangi ketika anak sudah mulai belajar menggunakan toilet sendiri. Menurut Mayo Clinic, setidaknya terdapat 15% anak-anak pada usia 5 tahun masih mengalami mengompol, dan kurang dari 5% anak-anak pada usia 8 hingga 11 tahun terkadang masih juga mengalami mengompol.
Mengompol juga lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan. Penyebabnya pun beragam.
Mulai dari belum kuat untuk menahan rasa ingin buang air kecil sepanjang malam hingga perkembangan kantung kemih yang terlambat. Tidak perlu khawatir, terdapat berbagai cara mengatasi anak mengompol yang bisa diterapkan di rumah.
© pixabay.com
Cara mengatasi anak mengompol yang pertama adalah dengan tidak memberikannya banyak minum pada malam hari. Dengan memberikan minum terlalu banyak pada anak, akan membuatnya sulit menahan buang air kecil.
Anak-anak cenderung masih belum bisa mengontrol hasrat ingin buang air kecil jika kantung kemih jika sudah penuh. Untuk itu, cobalah untuk mengurangi konsumsi cairan pada malam hari. Apabila sudah terbiasa minum banyak susu jelang tidur, ajak si kecil buang air kecil sebelum tidur.
© Dream
Seperti yang dikatakan sebelumnya, jika konsumsi cairan pada anak sangat banyak, usahakanlah untuk membiasakan sang anak buang air kecil sebelum tidur. Ini merupakan salah satu cara mengatasi anak mengompol yang efektif dan ampuh.
Meskipun terkadang masih ada beberapa anak yang mengompol, namun frekuensi mengompol yang dialami oleh si kecil akan semakin berkurang.
Usahakan untuk membuat jarak antara waktu tidur si kecil dengan konsumsi cairan di malam hari. Usahakan untuk memberikan minuman baik itu air putih ataupun susu setidaknya 20-30 menit sebelum si kecil terlelap tidur.
Setelah 30 menit, ajaklah mereka untuk buang air kecil di kamar mandi.
© shutterstock.com
Cara mengatasi anak mengompol selanjutnya adalah dengan membuat jadwal rutin ke kamar mandi bagi si kecil. Tidak hanya jadwal rutin mengunjungi kamar mandi, namun juga jadwal rutin pemberian cairan baik itu air putih maupun susu.
Misalnya, jika anak sudah terlalu banyak mengonsumsi cairan pada pagi dan sore hari maka pada malam hari, bisa mengurangi jumlah konsumsi cairannya.
Ajaklah anak ke toilet sesering mungkin. Biasakan pergi ke kamar mandi secara teratur pada siang hari serta sebelum tidur. Untuk melihat hasilnya, ibu bisa menulis atau mencatatnya pada jurnal harian dan lihat hasil yang didapat.
© Dream
Sembelit ternyata sangat berkaitan dengan mengompol. Jika anak memiliki masalah mengompol bisa jadi ia juga memiliki masalah sembelit.
Menurut Cleveland Clinic, anak sering buang air kecil merupakan salah satu tanda adanya sembelit di tubuh si kecil.
Mengapa demikian? Pada dasarnya letak dari rectum atau anus berada tepat di belakang kantung kemih. Posisi yang saling berdekatan inilah yang mampu mempengaruhi siklus serta kadar urine pada beberapa anak. Akan lebih baik jika memperhatikan juga siklus buang air besar anak di setiap harinya. Apabila dirasa siklus sang anak tidak lancar dan terindikasi terkena sembelit, segeralah berkonsultas ke dokter anak.
© pixabay.com
Terkadang, si kecil akan merasa malas sekali untuk ke kamar mandi. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memberikan sebuah pengharagaan setiap mereka berhasil buang air di kamar mandi.
Tak melulu harus hadiah. Bisa juga pujian, pelukan, toss atau tempelan bintang di bajunya. Hal ini mendorong si kecil lebih bersemangat untuk buang air kecil di kamar mandi dan tentunya bisa mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaannya mengompol. (mut)
(Sumber: hellosehat dan alodokter)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya