Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Sumber: Pixabay
Dream - Liburan ke luar negeri kini tengah jadi tren di kalangan kaum muda Indonesia. Mereka rajin menyisihkan sebagian pendapatan demi bisa jalan-jalan dan menikmati suasana di negeri-negeri asing.
Mewujudkan keinginan liburan ke luar negeri tentu butuh persiapan yang matang. Apalagi soal anggaran yang pasti tidak kecil.
Mengatur keuangan bisa sangat membantu saat kita menjalani liburan. Pengeluaran bisa diatur sedemikian rupa sehingga kita perlu menguras seluruh tabungan.
Dikutip dari Reader’s Digest, membuat rencana keuangan sebelum berangkat liburan merupaka langkah penting yang harus dilakukan. Jangan sampai anggaran yang kamu susun meleset karena bakal membuat pengeluaranmu membengkak.
© Liburan ke Luar Negeri. Sumber: Pixabay
Sebelum berangkat berlibur, lakukan riset kecil seputar tujuan yang ingin didatangi. Riset ini membantu memberikan informasi mengenai gambaran liburan yang diinginkan.
Setelah itu, menyusun rencana anggaran dimulai dari pengeluaran yang sudah diketahui seperti biaya penginapan dan tiket pesawat. Bayar semua biaya utama tersebut jauh-jauh hari untuk menghindari kekacauan keuangan.
Kepala perusahaan perencanaan perjalanan EscapingNY, Cassandra Brooklyn, menyarankan pembayaran untuk tiket dan penginapan sebaiknya dilakukan di awal. Setelah itu, dia menyarankan untuk membuat rencana pengeluaran lain, seperti makan, tiket masuk tempat wisata, akomodasi, dan lain sebagainya.
Cara mengatur keuangan ini akan membantumu meminimalisir pengeluaran yang membengkak.
© Liburan ke Luar Negeri. Sumber: Pixabay
Kartu kredit bisa jadi alternatif pembayaran ketika berada di luar negeri. Penggunaannya cukup praktis dan kamu tidak perlu membawa banyak uang tunai.
Sayangnya, tidak semua negara menyediakan layanan pembayaran dengan kartu kredit. Kamu perlu mencari informasi mengenai ada tidaknya fasilitas penggunaan kartu kredit di negara tujuanmu. Termasuk juga jenis kartu kredit yang bisa dipakai.
Menurut Brooklyn, beberapa negara seperti Islandia sangat ramah dengan penggunaan kartu kredit internasional. Berbeda dengan Meksiko yang belum terlalu banyak menyediakan fasillitas pembayaran dengan kartu kredit.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan kartu kredit adalah biaya tambahan. Jadi, perlu pertimbangan yang matang sebelum memutuskan memakai kartu kredit.
© Liburan ke Luar Negeri. Sumber: Pixabay
Menukar uang merupakan salah satu cara penting yang harus dilakukan saat menyusun rencana liburan. Banyak wisatawan yang meremehkan hal ini dengan berpikir menukarkan uang saat tiba di negara tujuan.
Padahal, menukar uang sebelum berangkat liburan memberikan manfaat tersendiri. Cara ini juga direkomendasikan oleh Angela Rice dari Boutique Travel Advisors.
“ Biasanya wisatawan yang menukarkan uang saat sudah tiba di negara tujuan akan menimbulkan tekanan baru. Setelah lelah dalam perjalanan, wisatawan masih diharuskan mencari bank dan menukar uang, tentu akan menyulitkan," kata dia.
Perlu diingat pula, semua negara punya kebijakan berbeda terkait penukaran uang. Sehingga menukar uang sebelum berangkat bisa jadi langkah untuk berhemat.
© Liburan ke Luar Negeri. Sumber: Pixabay
Jumlah uang yang perlu dibawa saat liburan ke luar negeri merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Sebelum menentukan berapa uang tunai yang harus dibawa, cari tahu dulu tempat wisata yang hendak dikunjungi.
Setiap negara memiliki biaya hidup yang berbeda-beda, Brookyn menyarankan untuk setidaknya, membawa uang tunai dalam dompet sebanyak US$50-US$100, atau setara Rp700 ribu hingga Rp1,4 juta, setiap harinya.
Itu besaran biaya hidup rata-rata. Tetapi, jumlah tersebut bisa berubah tergantung rencana liburan yang akan dilakukan.
Ada beberapa negara yang terkenal mahal soal biaya hidup seperti Islandia, Swiss, dan Norwegia. Apabila negara tersebut jadi tujuan wisatamu, sangat disarankan untuk membawa uang lebih.
Berbeda dengan melancong di negara-negara kawasan Asia. Kamu bisa berhemat karena pengeluaran di sana relatif miring.
© Liburan ke Luar Negeri. Sumber: Pixabay
Cara mengatur keuangan saat berlibur ke luar negeri yang terakhir ialah menjaga uang tunai tetap aman. Tidak hanya aman dari pencurian, tapi juga aman dari pembengkakan pengeluaran.
Caranya dengan menaruh dompet di saku ransel yang dekat dengan tangan. Bisa juga dengan meletakkan dompet di tas pinggang.
Sedangkan untuk menjaga uang tunai tetap aman dari belanja yang tidak perlu , caranya dengan mencari tahu informasi biaya hidup di negara tujuan.
Semoga bermanfaat!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
