Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Candi Borobudur (Istimewa)
Dream - Maret nanti adalah bulan yang tepat untuk berlibur sejenak. Tapi, jangan sampai meninggalkan protokol kesehatan ya, karena pandemi masih terjadi.
Pandemi telah mengubah kebiasaan kita dalam banyak hal. Termasuk juga ketika liburan, kita jadi perlu memperhatikan betul kesehatan.
Di masa pandemi saat ini, bersepeda menjadi aktivitas yang begitu digemari. Dengan bersepeda, kita melakukan dua kegiatan sekaligus yaitu olahraga dan jalan-jalan menikmati pemandangan
Aplikasi pemesanan tiket dan hotel, Tiket.com, mengajak kamu merencanakan liburan sembari menerapkan protokol kesehatan bertemakan minat khusus, yaitu wisata plesiran ke pedesaan alami di sekitar Candi Borobudur. Candi yang berlokasi di Kota Magelang, Jawa Tengah ini merupakan destinasi yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
" Bersepeda adalah salah satu kegiatan komunitas yang terbentuk semasa pandemi berlangsung. Kami melihat pertumbuhan tren bagi berbagai komunitas pesepeda dari berbagai kota untuk menjelajahi medan-medan alami nusantara bersama-sama," ujar Co-Founder & Chief Marketing Officer Tiket.com, Gaery Undarsa.
Candi Borobudur juga menjadi salah satu destinasi super prioritas yang digencarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Strategi ini diupayakan sebagai salah satu langkah untuk mempercepat memulihkan industri pariwisata domestik yang terpuruk sejak tahun 2020.
Buat kamu yang ingin menikmati suasana sekitar Candi Borobudur dengan bersepeda, ada beberapa spot menarik. Berikut daftarnya, seperti disusun Tiket.com.
© Dream
Berlokasi sekitar 2,3 km dari area Candi Borobodur, Desa Wringin Putih menawarkan pemandangan pedesaan berlatar persawahan serta lanskap Bukit Menoreh. Daya tarik utama dari desa ini adalah jajaran rumah bambu di sepanjang rute bersepeda.
Kamu dapat meluangkan waktu sejenak beristirahat sambil menikmati getuk, kudapan yang terbuat dari singkong tumbuk dicampur gula jawa, garam dan disajikan bersama parutan kelapa. Ini merupakan kudapan khas yang menjadi ikon Kota Magelang.
2. Desa Wanurejo
Desa Wanurejo terletak di kaki Pegunungan Menoreh diapit Sungai Progo dan Sungai Sileng. Tempat ini menawarkan pemandangan alami mempesona.

Selagi di desa ini, kamu juga bisa mengunjungi Museum Wayang dengan koleksi wayang terbaik nusantara. Selain itu, terdapat 694 koleksi sastra tentang perwayangan dalam berbagai bahasa, serta 83 kaset audio yang memuat rekaman pertunjukan wayang dari tahun 1971 hingga 1994.
Bagi turis yang tidak membawa sepeda, Balkodes Wanurejo di Jalan Balaputradewa menyediakan layanan penyewaan sepeda. Tarif sewa mulai dari Rp15 ribu untuk sepeda biasa dan Rp50 ribu untuk sepeda gunung.
© Dream
Berjarak 3 km dari Candi Borobudur, tempat rehat alami berikutnya adalah Desa Majaksingi. Kegiatan menarik di desa ini kerajinan membuat pot dari tanah liat langsung mengikuti tutorial live dari pengrajin berpengalaman.
Desa Majaksingi juga punya produk unggulang berupa kopi. Aroma kopi di desa ini sangat harum, cocok dinikmati pagi atau sore hari.
4. Desa Tanjungsari
Juga berjarak 3 km dari Candi Borobudur, Desa Tanjungsari memiliki latar belakang panorama pegunungan Menoreh. Penduduk desa ini bermata pencaharian utama sebagai petani cabe dan tembakau, serta pengrajin tahu rumahan.

Desa Tanjungsari memiliki lima benda purbakala peninggalan sejarah. Dua di antaranya adalah kepala arca Buddha yang diduga sebagai bagian dari Candi Borobudur pada masa pemugaran di 1907-1911.
5. Desa Candirejo
Desa yang memiliki Waroeng Rejo atau wisata air Sungai Progo ini terletak 4 km dari Candi Borobudur. Kegiatan outdoor seperti rafting pun dapat menjadi pilihan karena arus sungai yang cukup deras.
Berbeda dengan rafting modern, jenis rafting di desa ini menggunakan getek tradisional. Pilihan lain bagi turis adalah merasakan pengalaman berpetualang dengan berkendara off road menyusuri sungai Progo.
Laporan: Shania Suha Marwan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya