AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Gula Batu
Dream - Teh manis, kopi, es krim, es kopi, belum lagi minuman manis lainnya, kita konsumsi setiap hari. Manusia memang membutuhkan gula untuk hidup. Tetapi, gula yang dikosumsi perhari kerap kali melampui batas maksimal konsumsi tubuh.
Dikutip dari Insider, ternyata ada efek menyeramkan dari konsumsi gula yang berlebih. Efek tersebut dibeberkan oleh dr. Jennifer Haythe, ahli jantung dari Rumah Sakit Columbia Presbyterian, New York.
Penting untuk mulai memperhatikan konsumsi gula harian. Jangan sampai efek mengerikan berikut terjadi pada tubuh Sahabat Dream.
Riset pada 2011 yang dipublikasi dalam " American Journal of Clinical Nutrition" , mengonfirmasi adanya 'hubungan positif' antara meminum soda secara reguler dan meningkatnya obesitas.

" Minuman dengan pemanis buatan, terutama soda, menyuguhkan sedikit nutrisi dan meningkatkan resiko berat badan dan diabetes, patah tulang, dan karies gigi," menurut penelitian tersebut
Lantas bagaimana jika tubuh kelebihan gula? Ketika seseorang mengonsumsi gula lebih dari yang tubuh bisa gunakan, maka tubuh akan mengubahnya menjadi asam lemak dan disimpan dalam sel lemak adiposa seperti, pinggul, paha, lengan, dan perut.

Sebenarnya, gula tidak menyebabkan kerusakan gigi. Tetapi, sisa asam dari gula yang dimakan, akan berinteraksi dengan permukaan gigi yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Menurut Lee bukan hanya jerawat, rosacea, kulit kusam, dan masalah kulit lainnya, dapat semakin parah akibat pola diet dengan gula berlebih. Jika tak ingin cepat keriput, segera kurangi konsumsi gulan mulai dari sekarang.
" Ketika kamu makan apapun dengan gula di dalamnya ataupun karbohidrat, tubuh akan menghasilkan insulin karena itu dapat membantu proses pembentukan gula menjadi energi," ungkap Haythe.
Masalahnya adalah ketika orang mengonsumsi terlalu banyak gula dalam satu waktu, akan mengeluarkan insulin terlalu banyak dan dapat menyebabkan hipoglikemia atau resistensi terhadap insulin.

Resistensi terhadap insulin menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap gula dengan cepat. Gula akan mengendap di peredaran darah dan hati, kemudian dapat menyebabkan pra- diabetes hingga diabetes. Faktor genetik dan lingkungan juga dapat memudahkan kita terserang diabetes.
Pola konsumsi gula yang tinggi termasuk makanan bertepung, dapat menyebabkan peradangan terjadi lebih mudah. Studi 2016 dalam " The Journal of Clinical Psychiatry" , menyatakan bahwa peradangan penyebab terbesar dari depresi dan stres tinggi.

Lee juga mengonfirmasi bahwa gula dapat meningkatkan peradangan ke seluruh tubuh termasuk otak, yang sangat berdampak buruk pada kondisi psikologis.
Laporan: Keisha Ritzska Salsabila
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli