Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
テャテッツソツステδッテつソテつステャテッツソツステモテつゥ MEN
Dream – Salah satu aktivitas penting dan sangat dianjurkan untuk dilakukan orangtua bersama anak adalah membaca. Membacakan sesuatu pada si kecil baik itu dongeng atau pun ensiklopedia mampu meningkatkan fungsi otak mereka.
Bagi orang dewasa, membaca tulisan mungkin sebuah aktivitas mudah. Tapi bagi anak-anak, membaca merupakan keahlian yang harus dipelajarinya.
Mulai dari mengenal huruf, cara mengucapkan, koordinasi mata serta otak dan membangun logika untuk mengerti tulisan yang dibacanya. Manfaat membaca sejak dini bagi anak sangat bagus untuk perkembangan motorik dan kognitif.
Untuk itu disarankan bagi ayah dan bunda untuk membacakannya buku setiap hari. Bukan hanya pada anak-anak yang bisa membaca tapi juga anak balita bahkan bayi.
Ketahui manfaat membiasakan membaca sejak dini pada anak berikut.
© pixabay.com
Manfaat membaca sejak dini yang pertama adalah mampu memberikan ikatan yang kuat antara orangtua dengan anak. Membentuk ikatan melalui membaca bisa dilakukan sejak anak bayi.
Jika bayi sering kecil mendengar suara orangtuanya saat dibacakan cerita, maka semakin dekat secara psikologis.
Mendengarkan orangtua membaca juga jadi hal yang menenangkan bagi anak. Suara orangtua adalah suara yang sangat disukai bayi-bayi.
© Dream
Salah satu manfaat membaca bagi anak selanjutnya adalah mampu meningkatkan perkembangan otak si kecil. Anak yang sering dibacakan atau diajak berbicara oleh orangtuanya cenderung memiliki banyak kosa kata daripada anak seumuran lainnya.
Terbiasa mendengarkan setiap kata yang terlontar dari mulut orangtua inilah yang nantinya akan diserap dan diingat oleh si kecil.
Tidak heran jika orangtua sering kali mendapat nasihat untuk selalu menjaga tutur kata terutama pada saat di hadapan si kecil. Pengetahuan kosakata anak sangat dipengarui oleh tutur kata dari orang tua dan keluarga dekatnya. Tidak hanya memiliki kosa kata yang beragam saja, anak yang selalu dibacakan cerita nantinya akan memiliki keterampilan dalam matematika yang lebih baik.
© Dream
Anak terutama bayi yang baru lahir pada umumnya sangat tidak responsif terhadap sesuatu hal. Hal ini bisa terus berlanjut hingga dewasa jika orangtua atau keluarganya tidak aktif dalam mengajaknya berbicara. Jangan heran jika sang anak menjadi seorang pendiam atau bahkan hingga menjadi seorang yang introvert.
Salah satu cara mengatasinya adalah dengan membiasakannya membaca buku sejak masih kecil. Tidak hanya sekedar membaca buku saja, bisa juga menunjukkan beberapa gerakan yang sesuai dengan karakter dalam cerita yang sedang dibacakan. Semakin sering melakukannya akan membuat si kecil menjadi sangat responsif. Mereka akan merespons dengan sebuah gerakan tangan atau kaki yang sesuai dengan ritme cerita.
© pixabay.com
Mengenalkan beragam emosi pada anak merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan. Dengan mengenal emosi secara baik, nantinya diharapkan si kecil bisa menjadi pribadi yang aktif dan terbuka dan penu empati.
Mengenalkan beragam emosi pada anak juga tetap harus selalu diawasi agar setelah beranjak dewasa tidak menyalahartikan emosi yang telah dikenalnya selama ini.
Untuk mengenalkan emosi pada anak, bisa menunjukkannya melalui buku bacaan. Tidak sedikit buku bacaan yang memiliki beragam emosi yang masih terbilang tidak terlalu buruk untuk diajarkan kepada anak.
Pada saat membacakannya, usahakan untuk membuat suara atau pun gerakan pada karakter tertentu dengan emosi yang disampaikannya. Hal ini mampu membantu si kecil dalam menciptakan rasa empati serta perasaan yang ada di dalam dirinya.
© pixabay.com
Semakin bertambahnya usia, anak menjadi semakin bisa melihat lebih jelas mengenai sesuatu hal di sekitarnya. Pada tahap ini, para orangtua bisa mengganti buku bacaan dengan buku yang memiliki beragam warna cerah, bentuk gambar yang besar serta terdapat tulisan di dalamnya. Selain bisa meningkatkan perkembangan motorik anak, buku tersebut akan menimbulkan minat membaca sang anak menjadi meningkat.
Semakin lama pula, si kecil akan mengenali objek yang selama ini dia kenal melalui buku pada dunia nyata. Anak yang sering membaca buku akan mengenali objek sekitar lebih cepat dan banyak daripada anak seusia mereka pada umumnya. Manfaat membaca buku inilah yang bisa membuat si kecil nantinya bisa memiliki minat terhadap pendidikan akademis maupun non akademis. (mut)
(Sumber: Boldsky)
Advertisement
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?

Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya

Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?