BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Guna mencegah atau menurunkkan risiko infeksi atau serangan penyakit tertentu, imunisasi tentunya merupakan hal penting sejak anak baru lahir. Imunisasi sangat dianjurkan untuk diberikan sedini mungkin.
Imunisasi dilakukan dengan menyuntikkan jenis virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh anak. Dikutip dari laman Halodoc, tujuan utama vaksin adalah untuk membentuk kekebalan tubuh agar anak tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit.
Pemberian vaksin sejak bayi sangatlah penting, yakni untuk mendapatkan perlindungan dari infeksi penyakit menular.
Jenis vaksin yang diberikan pada anak sangat beragam dan diberikan pada anak dalam usia yang berbeda. Lantas, apa saja jenis imunisasi yang perlu diberikan pada anak sejak lahir? Yuk simak ulasannya berikut ini:
Jenis Imunisasi Wajib dan Jadwal Pemberian pada Anak
Imunisasi wajib atau harus diberikan pada anak sejak dilahirkan. Berdasar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 42 Tahun 2013 dan No.12 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi, terdapat setidaknya 5 jenis imunisasi wajib yang harus didapat si kecil:
© Ilustrasi/Shutterstock
Vaksin ini diberikan untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke si kecil saat proses kelahiran. Pemberian vaksin juga bertujuan untuk menurunkan risiko anak mengalami penyakit yang berkaitan dengan organ hati dalam jangka panjang, misalnya kerusakan organ hati atau kanker.
Imunisasi ini dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada bayi baru lahir, di usia 1-2 bulan, serta antara usia 6-18 bulan.
DPT
Difteri, Tetanus, dan Pertussis (DPT) juga harus diberikan pada bayi. Seperti namanya, imunisasi ini bertujuan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis pada Si Kecil.
Vaksin DPT diberikan sebanyak 3 kali, yaitu DPT I di usia 2 bulan, DPT II di usia 3 bulan, dan DPT III di usia 4 bulan.
Sedangkan booster atau penguat vaksin bisa diberikan kembali saat Si Kecil berusia 18 bulan, 5 tahun, 10 tahun, dan 18 tahun.
Polio (IPV)
Vaksin IPV diberikan untuk mencegah risiko penyakit polio pada anak. Polio merupakan jenis penyakit yang bisa menyebabkan kelumpuhan saraf motorik.
Imunisasi polio diberikan sebanyak empat kali, yaitu pada saat anak baru lahir, usia dua bulan, tiga bulan, dan empat bulan.
Vaksin ini juga akan diberikan kembali (booster) pada saat imunisasi vaksin DPT atau saat Si Kecil berusia 18 bulan.
© Ilustrasi/Shutterstock
Pemberian vaksin BCG disarankan untuk dilakukan sedini mungkin untuk mencegah penyakit TB (tuberkulosis) yang menyerang bagian paru-paru. Imunisasi ini hanya satu kali seumur hidup dan sebaiknya dilakukan segera.
Vaksin BCG disebut tidak memiliki efek perlindungan jika diberikan pada orang dewasa di atas usia 35 tahun.
Campak
Vaksin campak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada usia sembilan bulan, 18 bulan dan enam tahun untuk mencegah penyakit campak. Jika sampai usia 12 bulan belum mendapatkan imunisasi campak, maka si kecil direkomendasikan untuk mendapatkan imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan.
© Ilustrasi/Shutterstock
Selain dari pada 5 imunisasi wajib di atas, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menganjurkan para orang tua agar setiap anaknya mendapatkan imunisasi tambahan. Ini dia sederet imunisasi tambahan yang dianjurkan IDAI:
© Ilustrasi/Shutterstock
Nah, itu dia moms, jenis-jenis vaksin yang harus didapat oleh anak sejak dilahirkan. Buat para moms atau orang tua yang ingin mengetahui dan memahami lebih jelas soal vaksin yang harus didapat anak, bisa ikut webinar 'Vaksinasi yang Harus Didapat Si Kecil' yang diselenggarakan Halodoc pada Rabu, 15 September 2021 pukul 11.00-12.00 WIB.
Webinar kali ini langsung menghadirkan Dokter anak dari Halodoc dr Dandung Bawono SpA MSc (Dokter Anak) dan Mom Influencer Destia Eka Putri.
Baik para moms atau orang tua yang ikut webinar 'Vaksinasi yang Harus Didapat Si Kecil' juga langsung tergabung dengan WAG dan konsultasi langsung dengan Dokter ahli di bidangnya.
Tunggu apa lagi? pendaftaran webinar 'Vaksinasi yang Harus Didapat Si Kecil' bisa langsung klik di sini ya. Jangan sampai terlewat moms!
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
