Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Baru Lahir (Foto: Shutterstock.com)
Dream – Kesehatan bayi sejak dalam kandungan penting untuk dipantau secara detail. Untuk itu dianjurkan untuk melakukna pemeriksaan rutin setiap bulan, baik dengan bidan maupun dokter kandungan.
Salah satu aspek yang selalu dilihat saat pemeriksaan adalah berat badan janin. Jika diketahui berat badan janin tak kurang, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pasalnya, kondisi berat badan bayi yang kurang, akan berdampak signifikan pada kesehatannya secara keseluruhan. Salah satunya, meningkatkan risiko si kecil terkena masalah sistem pernapasan atau kekebalan tubuh, terutama di minggu pertamanya.
Jelang persalinan, dokter biasanya akan meminta ibu makan lebih bergizi untuk mengejar berat badan janin hingga dalam angka normal. Ada banyak penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah.
Penting untuk mengetahuinya, agar bisa dilakukan pencegahan yang efektif.
© pixabay.com
Jarang disadari, kekurangan asupan oksigen selama di kandungan bisa membuat si kecil memiliki berat badan rendah saat dilahirkan. Satu-satunya akses oksigen yang dimiliki janin adalah plasenta.
Oksigen memiliki peran penting dalam kehidupan semua manusia termasuk janin. Tidak hanya itu, oksigen juga sangat penting untuk tumbuh kembang janin. Biasanya, janin yang kekurangan oksigen karena posisi plasenta yang tidak tepat.
Pada beberapa kasus, penyakit yang diderita ibu juga bisa menyebabkan si kecil kekurangan suplai oksigen.
© pixabay.com
Preeklampsia adalah kondisi di mana adanya peningkatan tekanan darah ibu selama kehamilan. Tekanan darah tinggi efeknya mampu membatasi laju aliran darah pada janin.
Hal tersebut akan mengurangi jumlah pasokan oksigen. Tidak hanya oksigen, asupan nutrisi juga akan sangat terganggu dan menyebabkan si kecil lahir dengan berat badan rendah.
© pixabay.com
Tidak hanya orang dewasa, paparan asap rokok juga bisa membahayakan kesehatan janin. Bahan kimia berbahaya yang menempel pada asap rokok seperti nikotin mampu memberikan efek buruk terhadap perkembangan janin.
Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab utama bayi memiliki berat badan rendah saat dilahirkan. Pasalnya, asap rokok mampu menimbulkan penyempitan pembuluh darah dalam tubuh.
Pada saat itu terjadi, laju pasokan oksigen dan nutrisi pada janin menjadi sangat terganggu. Perlu diingat kembali, ibu hamil sangat dianjurkan untuk menghindari kawasan atau area yang terpapar asap khususnya asap rokok.
© shutterstock.com
Tidak hanya karena faktor lingkungan, pola makan ibu juga berdampak signifikan. Jika ibu tidak mengonsumsi makanan bergizi, risiko berat bayi lahir rendah akan semakin meningkat.
Efeknya bayi jadi lebih rentan terhadap suatu penyakit tertentu. Untuk itu konsumsi banyak makanan kaya gizi. Nutrisi dan mineral baik seperti zat besi sangat penting dalam proses tumbuh kembang bayi.
© shutterstock.com
Biasanya, stres timbul dari adanya masalah kecil yang terus dipikirkan oleh seseorang. Baik itu menganai situasi kerja, keuangan ataupun keluarga.
Penting bagi ibu untuk mengelola stres dengan baik. Pasalnya, stres akan memberikan dampak buruk pada janin. Salah satunya yaitu bayi akan memiliki berat badan rendah saat dilahirkan.
© pixabay.com
Kehamilan kembar juga menjadi pemicu bayi lahir dengan berat badan yang rendah. Umumnya, janin akan 'berebut' oksigen serta nutrisi selama masa kehamilan.
Kondisi ini merujuk pada sindroma tertentu yang kerap terjadi pada kehamilan kembar. Untuk itu, melakukan pemeriksaan lebih intensif penting dilakukan saat hamil anak kembar. (mut)
(Sumber: Boldsky)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya