Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Video game, komputer, ponsel, atau televisi jadi hal yang tak bisa dipisahkan dengan anak-anak sekarang. Menurut penelitian, mereka menghabiskan 7 jam sehari untuk melihat layar atau screen time.
Dikutip dari Pop Sugar, itu jumlah waktu yang sangat besar, padahan dokter merekomendasikan tak lebih dari 2 jam sehari setiap hari. Dalam sebuah artikel di Psychology Today, Dr. Victoria L. Dunckley, penulis buku Reset Your Child's Brain berbicara tentang seberapa banyak waktu layar dapat membuat anak dan remaja menjadi mudah lelah. Bukan hanya fisik tapi juga psikologis.
Anak menjadi gelisah, dan pada saat yang sama kelelahan karena kecanduan waktu layar membuat mereka bermasalah secara akademis, sosial, dan fisik. Tak hanya itu, ada sederet efek buruk yang muncul jika anak berlebihan melihat layar.
1. Sulit tidur
Penggunaan iPad selama dua jam pada kecerahan maksimum dapat menekan melatonin, yang merupakan hormon utama dalam jam tubuh. Hal ini dapat berdampak buruk pada kestabilan hormon.
2. Membutuhkan lebih banyak rangsangan untuk mengalami kesenangan
Game melepaskan banyak bahan kimia yang baik dan membuat anak jadi kurang sensitif. Seperti kecanduan, mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencapai titik kemenangan saat bermain game.
3. Bisa terjadi masalah pada perhatian
Anak-anak yang kecanduan layar, sering tidak dapat fokus pada kegiatan lain seperti pergi ke luar atau ke bioskop. Mereka menunggu waktu hingga mereka dapat kembali ke perangkat mereka.
4. Mudah marah
Saat orangtua mengungkapkan kekhawatiran mereka karena anak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk melihat ponsel, ia cenderung menyangkal. Saat dibatasi atau ponselnya disita, anak bisa jadi sangat marah dan mengamuk. Mereka pun jadi memiliki masalah komunikasi dan sosial.
Untuk membantu memecahkan kecanduan perangkat elektronik dan waktu layar, Dr. Dunckley menyarankan untuk 'puasa' layar selama beberapa minggu agar sistem saraf anak dapat diatur ulang. Jika beberapa minggu tampaknya tidak mungkin, psikiater remaja yang berbasis di London Dr. Richard Graham menyarankan 72 jam.
Laporan Mega Rasmiyati