Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Hawaii (Foto:Pexels)
Dream - Pandemi Covid-19 mau tak mau ikut membuat industri wisata di berbagai belahan dunia terguncang. Wisata terpaksa ditutup demi mencegah angka penularan yang makin meningkat.
Namun belakangan beberapa tempat wisata di dunia mulai membuka dengan protokol kesehatan yang ketat.
Salah satu yang mulai mengizinkan kunjungan wisata yakni Hawaii. Hawaii membuka kunjungan untuk para turis dengan aturan ketat yakni karantina mandiri selama 14 hari.
Namun minggu ini aturan tersebut dicabut oleh Gubernur Hawaii, David Ige. Para pengunjung diizinkan untuk tidak melakukan karantina dengan syarat mampu membuktikan dirinya memiliki hasil tes negatif Covid-19.
© Ilustrasi (Pexels)
Mengenai aturan baru tersebut, Ige menegaskan akan mulai memberlakukannya pada 15 Oktober mendatang. Para pengujung akan diminta melakukan tes SWAB maksimal 72 jam setelah kedatangan di Hawaii.
Bagi mereka yang terbukti negatif, maka diperbolehkan untuk tak mengikuti aturan karantina selama 14 hari.
Sebelumnya kebijakan Ige dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus lalu, namun ditunda akibat lonjakan kasus Covid-19 di wilayah tersebut. Tercatat, Hawaii memiliki total 10.946 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dan 103 kematian.
Pihak setempat menemukan lonjakan kasus dipicu masih kurangnya kesadaran pengujung untuk menggunakan masker dan menjaga jarak saat bertemu.
Selain menjalani tes usap (swab test), para pengunjung juga akan diminta menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan suhu saat datang di bandara. Mereka juga harus mengisi formulir perjalanan dan mendapatkan kode QR.
Bagi mereka yang belum menjalani tes Covid-19, Hawaii akan mengizinkan kedatangan namun dengan aturan karantina selama 14 hari. Jika tes menunjukkan hasil negatif, mereka akan diperbolehkan untuk memasuki area wisata.
Wilayah Kaui, Hawaii juga mulai memberlakukan program baru bernama Resort Bubble Program pada awal pekan ini. Para pengunjung diperbolehkan keluar dari tempat karantina jika mereka setuju menggunakan gelang pemantau elektronik.
" Kami terus menyarankan agar tidak bepergian kecuali benar-benar diperlukan," tegas Walikota Kauai, Derek Kawakami dalam siaran pers.
Sumber Insider
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya